Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cuaca Buruk, Tiga Kapal Tabrakan

Gilimanuk

Sabtu, 22 Agustus 2009, 11:46 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Lantaran cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali mengakibatkan terjadinya dua tabrakan yang melibatkan tiga kapal yang melayani penyeberangan di selat yang memisahkan antara pulau Bali dengan Jawa. Akibat tabrakan tersebut, lambung kapal LCT Arjuna bolong.



Dari informasi yang dihimpun, Sabtu (22/8) menyebutkan tabrakan pertama terjadi di dermaga landing craft macine (LCM) atau dermaga kapal barang antara kapal landing craft tank (LCT) Arjuna atau kapal barang yang dinahkodai Eko Baskoro dengan kapal motor penumpang (KMP) jenis roll on- roll of (Roro) Pertiwi Nusantara yang dinahkodai Hermanto.



Tabrakan terjadi saat LCT Arjuna sedang menaikkan muatan. Ketika kapal buatan Jepang tahun 1993 sedang menunggu waktu muat habis, dari arah Ketapang, Banyuwangi melaju KMP Pertiwi Nusantara hendak bersandar di dermaga Moving Bridge (MB).

Saat itu, angin bertiup kencang dan arus laut sangat deras sehingga membuat kapal tua buatan Jepang tahun 1985 tersebut terseret. Usaha Hermanto mengendalikan kapal agar tidak menabrak LCT Arjuna tidak membuahkan hasil sehingga lambung kiri LCT Arjuna dihantam lambung kanan KMP Pertiwi Nusantara yang membuat lambung kanan LCT Arjuna robek sekitar 60 sentimeter dengan lebar sekitar 25 sentimeter sedangkan lambung Pertiwi Nusantara hanya lecet saja. Beruntung, tabrakan ini tidak menelan korban.

Untuk menghindari adanya benturan berikutnya, Eko Baskoro memindahkan kapalnya ke dermaga lainnya. Rupanya LCT Arjuna sedang apes. Kendati sudah berpindah dermaga namun kembali ditabrak oleh LCT Putri Sri Tanjung Merah yang dinahkodai Dwi Kurniawan.



Kapal milik Pemkab Banyuwangi buatan Samarinda tahun 2004 ini tidak kuasa menahan tiupan angin dan derasnya arus laut saat akan bersandar di dermaga. Akibat tabrakan ini, lambung kanan LCT Arjuna ringsek sementara lambung LCT Sri Tanjung hanya mengalami lecet saja.

Lantaran lambung kanan ringsek dan lambung kirinya robek, Edi Baskoro tidak mau ambil resiko. Edi memutuskan membatalkan pelayaran agar kerusakan tersebut dapat diperbaiki. Semua muatan yang sudah terlanjur dimuat, diturunkan lagi lalu kapal tersebut digeser ke Teluk Gilimanuk untuk diperbaiki.

“Sedangkan LCT Putri Sri Tanjung Merah dan KMP Pertiwi Nusantara tetap bisa berlayar karena tidak mengalami kerusakan berati,” ujar Kepala KP3 Laut Gilimanuk AKP I Nyoman Suparta, seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfimasi, Sabtu (22/8).

Sedangkan saat dikonfirmasi terpisah, Syahbandar Gilimanuk, Dewa Nyoman Kari mengatakan tabrakan beruntun tersebut tidak sampai menimbulkan korban, baik kendaraan maupun penumpang yang cedera. Menurut Kari, tabrakan beruntun tersebut murni karena faktor cuaca buruk berupa tiupan angin yang kencang dan derasnya arus laut.



“Tabrakan ini murni karena cuaca buruk, bukan karena kesalahan nahkoda atau juru mudi. Untuk sementara LCT Arjuna yang rusaknya cukup parah tidak kita ijinkan berlayar dulu. Kita minta kapal itu diperbaiki dulu di Gilimanuk,” terangnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami