Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Susrama Ngotot Tak Bersalah, Wartawan Emosi
Beritabali.com, Denpasar
Kamis, 8 Oktober 2009,
14:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengadilan Negeri Denpasar hari ini (8/10) menggelar sidang perdana kasus pembunuhan wartawan koran Radar Bali, Anak Agung Prabangsa. Sidang perdana ini diwarnai keributan antara wartawan dengan salah satu terdakwa.
Keributan antara wartawan dengan terdakwa ini terjadi usai sidang salah seorang terdakawa Nyoman Susrama, yang diduga menjadi otak pembunuhan wartawan Radar Bali Anak Agung Prabangsa.
Saat berdialog di sel tahanan dengan wartawan usai sidang, Susrama yang juga adik kandung Bupati Bangli ini bersikukuh tidak ikut terlibat pembunuhan.
“Saya tidak memberi perintah untuk membunuh. Anda (wartawan) sendiri yang tahu bagaimana rekan Anda itu. Ini rekayasa semua,†kata Susrama tanpa merinci arti kata rekayasa yang dimaksud.
Keributan kemudian pecah setelah jawaban terdakwa Susrama kepada wartawan dinilai mengandung unsur ancaman kepada wartawan.
“Saya tidak emosi, Anda (wartawan) sendiri yang memancing, saya siap dihukum berat, tapi jika ini tidak terbukti, Anda wartawan sebaiknya memberitakan yang benar,†kata Susrama sambil menunjuk-nunjuk wartawan tv dan fotografer yang ada di depan sel tahanan.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, terdakwa Nyoman Susrama kemudian diamankan sejumlah personil kepolisian Polda Bali.
Beberapa wartawan yang marah terus memburunya hingga ke mobil tahanan.
Berkat kesigapan aparat, bentrokan antara wartawan dan terdakwa dapat dihindari.
Angga, Salah seorang kameramen tv nasional yang emosi pun berhasil ditenangkan sejumlah aparat Brimob Polda Bali dan wartawan.
“Dia (Susrama) ngancam-ngancam wartawan, sudah salah nggak mau ngaku lagi,†teriak Angga emosi, sambil diamankan beberapa wartawan dan brimob.
Untuk menghindari kekisruhan lebih lanjut di PN Denpasar, mobil tahanan yang membawa Nyoman Susrama pun dilarikan ke sel tahanan di Polda Bali. (bob)
Keributan antara wartawan dengan terdakwa ini terjadi usai sidang salah seorang terdakawa Nyoman Susrama, yang diduga menjadi otak pembunuhan wartawan Radar Bali Anak Agung Prabangsa.
Saat berdialog di sel tahanan dengan wartawan usai sidang, Susrama yang juga adik kandung Bupati Bangli ini bersikukuh tidak ikut terlibat pembunuhan.
“Saya tidak memberi perintah untuk membunuh. Anda (wartawan) sendiri yang tahu bagaimana rekan Anda itu. Ini rekayasa semua,†kata Susrama tanpa merinci arti kata rekayasa yang dimaksud.
Keributan kemudian pecah setelah jawaban terdakwa Susrama kepada wartawan dinilai mengandung unsur ancaman kepada wartawan.
“Saya tidak emosi, Anda (wartawan) sendiri yang memancing, saya siap dihukum berat, tapi jika ini tidak terbukti, Anda wartawan sebaiknya memberitakan yang benar,†kata Susrama sambil menunjuk-nunjuk wartawan tv dan fotografer yang ada di depan sel tahanan.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, terdakwa Nyoman Susrama kemudian diamankan sejumlah personil kepolisian Polda Bali.
Beberapa wartawan yang marah terus memburunya hingga ke mobil tahanan.
Berkat kesigapan aparat, bentrokan antara wartawan dan terdakwa dapat dihindari.
Angga, Salah seorang kameramen tv nasional yang emosi pun berhasil ditenangkan sejumlah aparat Brimob Polda Bali dan wartawan.
“Dia (Susrama) ngancam-ngancam wartawan, sudah salah nggak mau ngaku lagi,†teriak Angga emosi, sambil diamankan beberapa wartawan dan brimob.
Untuk menghindari kekisruhan lebih lanjut di PN Denpasar, mobil tahanan yang membawa Nyoman Susrama pun dilarikan ke sel tahanan di Polda Bali. (bob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3773 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1715 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026