Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Aktor Senior Ikut ‘Casting’ Peran Dukun Ketut Liyer

Jumat, 23 Oktober 2009, 16:09 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Film Eat, Pray, Love (EPL) yang dibintangi artis Hollywood Julia Roberts ternyata diminati beberapa aktor senior Indonesia. Beberapa aktor kawakan Indonesia ikut ambil bagian dalam casting pemeran ˜medicine man (dukun) Ketut Liyer dalam film ini. 

Casting (seleksi pemain film) lokal film EPL sudah mulai dilakukan sejak bulan Juni lalu. Seleksi dilakukan di beberapa kota besar mulai Jakarta, Bandung, Jogja, dan Bali.


Menurut penyelenggara casting dari Bali Film Center, Ineke, dari empat pemeran lokal dalam film Eat, Pray,Love, tiga pemeran lokal sudah berhasil didapat. Sementara pemeran sosok dukun Ketut Liyer, hingga saat ini masih belum berhasil didapat.

Untuk peran dukun Ketut Liyer ini agak susah. Kita sudah street casting di beberapa kota tapi belum ketemu yang bagus. Ada yang umurnya pas, tapi (bahasa) Englishnya tidak bagus. Ada yang Englishnya bagus, tapi umurnya kurang sepuh (tua), kurang dari 70 tahun seperti yang diminta sutradara,kata Ineke.

Menurut Ineke, peminat untuk casting pemeran dukun Ketut Liyer berasal dari berbagai kalangan mulai mantan duta besar, mantan karyawan perusahaan minyak, hingga aktor kawakan Indonesia.

Aktor kawakan yang sudah ikut casting untuk peran dukun Ketut Liyer antara lain mas Slamet Raharjo, Hengky Sulaeman, Him Damsyik, dan Piet Burnama. Tapi hingga kini sutradara film (Ryan Murphy) belum ada yang cocok. Sebenarnya sudah ada tiga yang favorit, tapi sutradara ingin lebih banyak wajah lokal yang bisa dilihat,ujar Ineke.

Di Bali sendiri, casting untuk peran dukun Ketut Liyer digelar selama dua hari, yakni 22 dan 23 Oktober, bertempat di Hotel Puri Dalem Sanur.

Peminat casting dukun Ketut Liyer di Bali cukup besar dan berasal dari berbagai kalangan mulai profesor ekonomi, mantan pemain figur film Indonesia tahun 1970 an, hingga konsultan ekonomi. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami