Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kemaluan Gadis Swedia Dirogoh Pemuda Iseng
BERITABALI.COM, BADUNG.
Seorang gadis remaja asal Swedia, berinisial Rbk (14), trauma berat karena kemaluannya diraba pemuda iseng saat asyik berenang di Pantai Kuta.
Pemuda iseng yang meraba kemaluan turis Swedia ini bernama Nur Hidayat alias Dayat (23), warga Jalan Anggrek Gang XIII No 13, Monang-maning, Denpasar.
Perbuatan iseng dan tak senonoh ini terjadi Minggu (06/12) sekira pukul 14.30 Wita. Pelaku nyaris dihajar massa di kawasan Pantai Kuta.
Informasi di lapangan menyebutkan, Hidayat, yang berasal dari Nusa Tengara Barat (NTB) itu mandi di pantai. Sementara korban mandi bersama beberapa teman wanitanya.
Pelaku bertubuh ceking berkulit coklat kehitaman itu tampaknya menggunakan kesempatan dan mendekati korban.
Tiba-tiba saja pelaku menyelam ke dalam air dan tanpa basa basi langsung meraba-raba tubuh korban di bagian yang paling sensitif.
Merasa ada tangan tak dikenal jahil meraba raba tubuhnya, korban pun berontak.
Korban berontak karena tubuhnya diraba orang tak dikenal, kata sumber di lokasi kejadian, Minggu (06/12).
Korban naik ke daratan dan melaporkan kejadian pelecehan seksual kepada orangtuanya. Kejadian ini semakin melebar dan diketahui pengunjung lainnya.
Warga mengejar tersangka. Beruntung tersangka langsung diamankan polisi pariwisata di Pantai Kuta dan digiring ke Poltabes Denpasar.
Korban telah dibawa unit PPA Poltabes Denpasar guna dimintai keterangannya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan