Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ibu Hamil Muda Tewas Digilas Truk
BERITABALI.COM, TABANAN.
Naas menimpa Ni Nengah Sini (28) asal Desa Muntigunung, Kubu, Karangasem. Pengantin baru yang sedang hamil muda ini tewas dengan luka parah setelah tubuhnya tergilas truk P 8417 UW di Jalur Kediri-Marga, tepatnya di Banjar Batannyuh, Desa Batanyuh Blayu, Kecamatan Marga, Selasa (15/12).
Sebelum kejadian, korban mengedarai sepeda motor Yamaha DK 8871 ES. Korban melaju dengan kecepatan sedang dari arah selatan. Saat tiba di TKP tepatnya banjar Batanyuh, Desa Batanyuh Blayu, korban mengantuk. Di saat bersamaan datang truk nopol P 8417 UW yang dikemudikan Sulistyo Irawan (52)
asal Surabaya.
Saat itulah korban yang dalam kondisi mengantuk menyenggol
bagian samping kendaraan truk. Tubuh korban kemudian jatuh dan tergilas truk.
Akibatnya, korban yang sehari-harinya sebagai pedagang jagung keliling itu mengalami luka parah. Korban mengalami patah tulang terbuka tangan kanan, patah kaki kanan, pundak kanan luka robek, tidak sadar dan akhirnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit.
Sementara pengemudi truk dalam keadaan selamat. Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal, jelas
Kasat Lantas AKP IGM Punia, didampingi Kanit Laka Ipda Nyoman Rauh.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun