Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jalan Nasional Compang Camping

Beritabali.com, Negara

Sabtu, 15 Mei 2010, 17:59 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Jalan nasional jurusan Denpasar – Gilimanuk yang masuk di wilayah Kabupaten Jembrana kondisinya sungguh sangat mengkhawatirkan pengguna jalan. Betapa tidak, kwalitas jalan utama yang dipadati kendaraan angkutan berat itu, kini kondisinya telah compang-camping, padahal baru sekitar tiga bulan diperbaiki alias hanya tambal sulam. 

Pantauan Beritabali.com, Sabtu (15/5) ruas jalan yang masuk wilayah Desa Banyubiru-Negara hingga Kelurahan Gilimanuk-Melaya, banyak yang retak-retak dan berlubang. Lubang-lubang di tengah jalan tersebut sebelumnya sempat ditambal sulam, namun hasil tambalannya tidak bertahan lama. Hanya dalam waktu seumur jagung (tiga bulan), tambalan tersebut kembali menganga.

Kondisi jalan seperti ini, jelas sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Bahkan beberapa waktu lalu di ruas jalan GOR Melaya menuju Kantor Camat Melaya, sempat memakan korban hingga tewas.

Compang campingnya jalan raya tersebut tidak hanya mengkhawatirkan pengguna jalan, warga yang tinggal di pinggir jalan pun merasa terganggu.

Suardana, salah seorang warga yang tinggal di Gilimanuk mengatakan, kalau ada truk lewat suaranya seperti menjatuhkan barang dan itu sangat mengganggu istirahatnya, terlebih truk-truk tersebut banyak yang lewat pada malam hari.

Gede warga lainnya menyebutkan, pihaknya sudah menduga kalau tambalannya, tidak akan bertahan lama dan itu terbukti dengan kondisi jalan yang ada di depan rumahnya. Terlebih pada musim hujan jalan berlubang semakin tidak kelihatan, kalau tidak hati-hati bisa nyemplung.

“ Saya heran kenapa baru ditambal sudah hancur, bisa jadi aspalnya asal-asalan “ ujar Gede. Ia menduga proyek tambal sulam tersebut tidak mendapat pengawasan ketat, sehingga pemborong hanya cari untung saja. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami