Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kini Cenderung Dalam Bentuk Daging

Beritabali.com, Kuta

Kamis, 20 Mei 2010, 15:22 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Hasil investigasi lembaga pemerhati satwa Profauna Indonesia menunjukkan pola perdagangan penyu yang sebelumnya dilakukan dalam bentuk perekor kini perdagangan penyu dilakukan dengan penjualan dalam bentuk daging penyu. 

Perubahan pola ini dilakukan guna mengelabui petugas dan menghilangkan barang bukti. Apalagi daging penyu sangat mirip dengan daging babi sehingga sangat sulit dibedakan.

Ketua Profauna Indonesia Wilayah Bali Wayan Wiradnyana pada keteranganya di Kuta, Kamis (20/5) menyatakan pola perdagangan ini berubah setelah terjadi penangkapan dan penyitaan perdagangan penyu secara besar-besaran pada 5 tahun lalu. Pola perdagangan penyu dalam bentuk daging ini dilakukan dengan cara memotong penyu di tengah laut.

Yang mereka menangkapnya di perairan yang jauh kemudian motongnya di tengah perairan dekat perairan Bali. Kemudian dimasukkan kedalam kontainer es dan baru masuk Bali, ujar Wayan Wiradnyana.

Ketua Profauna Indonesia Wilayah Bali Wayan Wiradnyana menyampaikan masih terjadinya perdagangan penyu di Bali dalam beberapa tahun terakhir ini karena masyarakat Bali masih menggunakan penyu sebagai sarana upacara.

Namun kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan perdagangan penyu secara ilegal.

Padahal berdasarkan Bhisama atau fatwa Parisadha Hindu Darma Indonesia (PHDI) Bali penggunaan penyu dalam upacara di Bali dapat digantikan dengan hewan lain seperti Itik Hitam, Kucing Hitam atau Kambing hitam.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami