Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Akibat OPT Target 2010 Dipastikan Tidak Tercapai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menteri pertanian Suswono memprediksikan target produksi beras nasional sebanyak 68 juta ton dipastikan tidak akan tercapai.
Menurut Suswono total produksi beras nasional pada tahun ini diperkirakan hanya akan mencapai 65 juta ton. Prediksi tersebut disampaikan Suswono di sela-sela pembukaan Musyawarah Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Sanur, Selasa (13/7).
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
Suswono menyampaikan perubahan iklim menjadi salah satu penyebab pemenuhan target produksi beras pada tahun ini. Dimana akibat perubahan iklim menyebabkan musim tanam menjadi tidak teratur. Selain itu akibat perubahan iklim juga telah memicu perkembangan populasi organisme pengganggu tanaman atau hama.
Memang serangan organisme pengganggu tanaman dari segi jumlah sudah lebih tinggi dari 5 tahun terakhir, sekarang ini sudah 1800 hektar, ini laporan terakhir yang kami terima, ucap Suswono.Suswono menyebutkan tantangan lain peningkatan produksi beras adalah tingginya aling fungsi lahan yang secara langsung akan berpengaruh pada jumlah produksi.
Namun, disisi lain Suswono mengaku tetap optimis target swasembada pangan secara nasional tetap akan tercapai.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun