Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Dishub Bali Sediakan 164 Armada Bus
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Perhubungan Bali mempersiapkan 164 armada bus antar kota antar provinsi untuk memperlancar arus mudik lebaran di Bali. Selain itu Dinas Perhubungan Bali juga mempersiapkan angkutan cadangan mencapai 75 bus angkutan pariwisata yang mempunyai kapasitas daya angkut mencapai sekitar 2000 penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Made Santha pada keteranganya di Denpasar, Sabtu (4/9) menyatakan dengan 164 armada bus dengan daya angkut mencapai 6500 penumpang dipastikan tidak akan ada antrean penumpang di terminal-terminal di Bali.
Arus mudik di Bali diperkirakan terjadi mulai H-7 hingga H+7. Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-2 dan H-1, dengan tingkat kenaikan penumpang diperkirakan mencapai 10 persen.Tidak ada kekhawatiran lagi akan kekurangan seat (tempat duduk) pada titik puncak arus mudik ini, karena masih ada saving sekitar 700 seat, papar Made Santha.
Made Santha berharap dengan ketersediaan armada yang ada jumlah pemudik dengan sepeda bermotor akan mengalami penurunan. Apalagi resiko kecelakaan dengan kendaraan bermotor cukup tinggi mengingat pengendara sering mengalami kelelahan akibat perjalanan yang jauh.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2802 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun