Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Tekan pembuangan Gas Metan Dari Kotoran
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana menunjukkan pemanfaatan limbah tanaman lidah buaya sebagai pakan ternak sapi ternyata mampu mengurangi kandungan gas metan dalam kotoran ternak sapi hingga 15 persen.
Pemanfaatan limbah lindah buaya sebagai pakan dalam peternakan sapi ini diharapkan mampu mengurangi pembuangan gas metan ke udara. Hal ini diharapkan menjadi bentuk kontribusi peternakan dalam penanggulangan pemanasan global.
Peneliti dari Fakultas peternakan Universitas Udayana Prof Gede Mahardika pada keteranganya di Denpasar (17/11) menyampaikan secara rata-rata dari satu kilo pakan yang dimakan sapi menghasilkan sekitar 200 kilokalori. Maka dengan pemanfaatan lidah buaya sebagai pakan maka kandungan gas metan dalam kotoran ternak dapat dikurangi.
katakanlah sapi itu mengkonsumsi sampai 6 kilo pakan perhari, maka dia akan menghasilkan sekitar 1200 kilo kalori menghasilkan gas metan , padahal gas metan yang keluar bersama kotoran ini kan mencemari lingkunganï jelas Prof Gede Mahardika.
Peneliti dari Fakultas peternakan Universitas Udayana Prof Gede Mahardika pemanfaatan limbah lindah buaya sebagai pakan sapi juga tidak hanya mengurangi kandungan gas metan dalam kotoran sapi tetapi juga meningkatkan pemanfaatan kalori untuk pertumbuhan bagi hewan ternak. Apalagi dalam lindah buaya mengandung berbagai jenis mindral dan enzim yang cukup bagus bagi pertumbuhan ternak sapi.(mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan