Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Menyelam Dibantu Kompresor, Meninggal Di Jalan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keinginan Sugito (39) untuk memperoleh ikan dengan cara menyelam menembak ikan justru menghantarkannya menemui ajal. Warga Lingkungan Penginuman Gang V, Gilimanuk ini meninggal setelah menyelam dengan bantuan kompresor.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (13/1) menyebutkan Sugito bersama dua temannya, Muji (35) dan Sugeng (31) bermaksud mencari ikan dengan menembak ikan di dekat dermaga pendaratan BBM PLTG Gilimanuk.
Setelah semua perangkat penembakan siap, Sugito yang akrab dipanggil Gito ini, menyelam dengan bantuan pernafasan dari selang yang tersambungkan ke kompresor di atas sampan. Ketika baru mendapatkan beberapa ekor ikan di kedalaman 15 meter, Gito yang sudah terbiasa menyelam tiba-tiba mengalami kram.
Kemudian dia naik ke permukaan dan mengeluh kepada dua rekannya kalau kondisinya tidak enak dan badannya terasa panas. Mendengar keluhan rekannya itu, dua rekannya membawa Gito ke Puskesmas Gilimanuk."Saat ke Puskesmas kondisinya masih bagus dan masih bisa bicara dengan baik.
Hanya badannya saja yang dirasakan panas," ujar Kasat Polair Gilimanuk AKP I Ketut Budi, ketika dikonfirmasi Kamis (12/1). Namun, setibanya di Puskesmas ternyata kondisi Gito terus menurun. Melihat kondisi tersebut, dokter yang bertugas di Puskesmas tersebut merujuk ke RSUD Negara. "Sebelum tiba di rumah sakit, Gito sudah keburu meninggal," tambah Ketut Budi.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan