Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Winasa Tidur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sehari ditahan di rumah tahanan Polda Bali, mantan Bupati Jembrana Gde Winasa mulai merasakan hidup prihatin. Kalau dulu Winasa tidur di ranjang yang empuk, kini dia tidur beralaskan karpet biru bergambar "Upin dan Ipin".
Kamis pagi (20/01) sekitar pukul 08.00 Wita, Winasa menerima kunjungan pertamanya dari anak kandungnya yang tinggal di Banyuwangi. Anak kandung Winasa, Kadek Danendra itu datang bersama temannya berjumlah 7 orang.Kedatangan anak kandung Winasa tak lain untuk memberikan dukungan moral terhadap mantan Bupati Jembrana priode 2000-2010 itu, sehari pasca penahanan dirinya terkait dugaan korupsi penggadaan mesin kompos.
"Pertemuan itu hanya berlangsung 15 menit sesuai waktu besuk di rutan Polda Bali," jelasnya.Pertemuan singkat itu diselingi dengan pemberian obat batuk kepada Winasa. Maklum saja, sebelum dan sesudah menginap di tahanan, Winasa didera batuk yang berkepanjangan.Sejauh ini, hanya anak kandung Winasa yang datang membesuk, sedangkan istrinya Ratna Ani Lestari belum datang.
Menurut info, Winasa melarang istrinya membesuk karena ditakutkan menjadi sedih apabila melihat kondisinya di dalam
penjara."Winasa melarang istrinya menjenguk, mungkin dia tidak mau istrinya sedih," ucap sumber minta namanya dirahasiakan.
Winasa sendiri tidur satu blok dengan para tahanan tersangka narkoba. Jumlahnya ada tujuh orang dari 34 jumlah tahanan dan mereka menempati kamar seluas 2x6 meter.Tempat tidur Winasa sangat memprihatinkan. Mau tidak mau, Winasa terpaksa tidur di atas tempat tidur yang terbuat dari kayu dan beralaskan karpet warna biru bergambar film kartun anak "Upin dan Ipin".
Tidak seperti jaman keemasannya semasa menjabat orang nomor satu di Jembrana, tidur di ranjang empuk.Sumber mengungkapkan, satu blok dengan Winasa, tujuh tersangka yang terlibat narkoba terkesan senang dan gembira. Winasa bisa membuat suasana ruang tahanan menjadi hidup hidup gembira dengan guyon segarnya.
" Winasa kasih pencerahan segar kepada para tahanan. Suasana jadi hidup dan mereka kadang tertawa karena guyonan Winasa. Bisa dibilang dia jadi "komandannya" di sana," canda sumber.
Apalagi soal makanan, kata sumber. Biasanya di rutan Polda Bali jatah makanan untuk sehari itu akan diberikan sebanyak dua kali, sekitar pukul 11.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita. Tapi semenjak kedatangan Winasa sebagai tahanan baru, mereka bisa makan berlebih. Maklum saja, sehari ditahan, para pembesuk Winasa membludak dan kerap membawa makanan berupa nasi dan cemilan.
"Di sana Winasa dihormati karena dulunya dia mantan Bupati. Para tahanan senang ada Winasa mereka juga kecipratan makanan," ujar sumber petugas, pada Kamis (20/01).Sementara itu Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan ketat selama Winasa berada dalam tahanan.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan