Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Spanduk Peduli Prof. Winasa Diberangus Pol PP
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Spanduk Posko Peduli Prof Winasa yang terpasang di Gedung Marhaen Bilangan Udayana negara, tiba-tiba hilang Senin (31/2) malam. 5 buah Spanduk yang bertuliskan kepedulian terhadap Prof Winasa diketahui hilang oleh I Gusti Putu Mudi Adi sekitar pukul 10.00 wita, saat itu dia ke posko Gedung Marhaen.
Menurut keterangan saksi mata I Gusti Putu Mudi Adi, dirinya mengetahui kalau spanduk yang terpasang didepan gedung Marhaen telah hilang alias diberangus Sat Pol PP Jembrana. “saya mengetahui spanduk itu tidak ada setelah tiba di posko peduli prof winasa” kata IGP Mudi Adi salah satu pentolan pendukung Winasa.
Menyikapi diberangusnya spanduk peduli Prof Winasa tersebut Putu Kompyang Wiarga menyayangkan tindakan petugas Sat Pol PP yang sangat arogan membrangus spanduk tersebut.
“sebenarnya kan petugas memberikan pemebritahuan dulu kepada kami, kalau pemasangan spanduk kami menyalahi aturan”ungkapnya. Ditambahkan kalau melakukan penertiban semestinya petugas Pol PP tidak pilih kasih dan adil menggelar operasi penertiban spanduk.
Sementara Kasat Pol PP jembrana Wiratama ketika dikonfirmasi mengatakan, yang dilakukan Pol pp adalah untuk menertibkan spanduk yang kata-katanya tidak beretika dan mengganggu ketertiban umum, sehingga kami sebgai petugas punya kewenangan untuk menertibkan.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan