Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pansus Hanya Kedok Menuju Revisi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) menuding pembentukan pansus rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Bali oleh DPRD Bali hanya kedok semata. Walaupun sebelumnya DPRD Bali telah menegaskan bahwa pembentukan pansus bukan berujung pada revisi tetapi untuk menyelesaikan pro-kontra implementasi RTRWP Bali.
Ketua Dewan Koordinator Daerah Walhi Bali Wayan Gendo Suardana pada keteranganya di Renon, Selasa (22/2) menuding pembentukan pansus hanya kedok dewan untuk melakukan revisi. Sebab jika hanya ingin menyelesaikan polemik implementasi RTRWP tidak memerlukan pansus.
"Cuma auranya dan arahnya juga gak jelas, dan kita melihat dari awal keinginan mereka untuk merevisi, sebetulnya ini upaya kita supaya kalau pansus dibuat untuk tidak merevisi yang supaya konsisten disitu. Ketakutan kita ini menjadi kedok tok," tegas Wayan Gendo Suardana.
Gendo Suardana menyatakan jika dewan serius untuk menyelesaikan pro-kontra implementasi RTRWP seharusnya segera mendorong terbitnya peraturan gubernur atau pergub yang memberikan penjelasan secara detail tetang implementasi RTRWP. Bukan justru membuat pansus yang semakin tidak jelas tujuannya.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2661 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1952 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun