Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Populasi 3 Jenis Ulat Bulu Meledak di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil identifikasi Fakultas Pertanian Universitas Udayana, terdapat 3 jenis ulat bulu yang mengalami ledakan populasi di Bali. Namun hingga kini belum diketahui nama spesies dari ketiga jenis ulat bulu tersebut. Diperkirakan ketiga jenis ulat bulu ini berasal dari satu family yaitu Lymantriidae.
[pilihan-redaksi]
Ketua tim Peneliti Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof Wayan Susila ketika ditemui Beritabali.com di Denpasar, Rabu (13/4) menyatakan identifikasi terhadap ketiga jenis ulat bulu yang menyebar di Bali kini baru baru bisa dilakukan pada tahap identifikasi morfologi dan belum pada identifikasi nama spesies.
"Kalau untuk membedakan spesies itu memang agak sulit perlu waktu, kami di Udayana sebenarnya Ingin mengidentifikasi hanya berdasarkan morfologi, lihat morfologinya kemudian dibandingkan dengan gambar, kebetulan juga di Udayana tidak ada orang taksonomi," ujar Prof Wayan Susila.
Susila menyebutkan dari 3 jenis spesies ulat bulu yang ditemukan menyebar di Bali, 2 diantaranya ditemukan pada pohon mangga. Hingga saat ini penyebaran ulat bulu di Bali telah menyebar di 6 kabupaten dari 9 kabupaten di Bali.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2821 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun