Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Nasabah Balicon Ngamuk Mau Pancung Paris
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah sempat tertunda minggu lalu, sidang kasus perusahaan asuransi bodong Balicon yang menyeret pemilik sekaligus komisaris Made Paris Adnyana sebagai terdakwa, kembali di gelar di PN Denpasar, Selasa (21/6).
Seperti minggu-minggu sebelumnya, puluhan massa yang merupakan nasabah sekaligus korban Balicon kembali mengepung PN. Kali ini mereka datang untuk mendengarkan pembelaan atau pleidoi.
Namun sebelum sidang dimulai, mereka juga sempat berorasi di depan PN sembari menggotong keranda mayat yang ditutupi kain putih lebar.
Di atas media kain, tertulis Sudah 18 Orang Meninggal, Sekarang Giliranmu, Nyawamu kami Jemput untuk Melengkapi Upacara Ngaben, Nyawa Dibayar Nyawa.
Tak hanya itu, sesekali terdengar para nasabah berteriak Hukum pancung saja si Paris.
Menariknya, sambil menggotong keranda, korban Balicon itu juga memakai topeng tengkorak yang terlihat seram atau dikenal dengan topeng dalam film 'Scream'.
Sementara itu di ruang sidang, kuasa hukum Paris, Megah Kastawan nampaknya memilih jalur aman dalam pledoi yang dibacakannya di hadapan majelis hakim pimpinan Jhon Tonny Hutauruk.
Pledoinya malah mirip dengan pendapat tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dikomandoi M. Darwis. Dia menyatakan, perbuatan Paris memang telah memenuhi semua unsur-unsur yang diatur dalam Pasal 21 ayat 1 juncto pasal 9 Undang-undang (UU) No. 2 Tahun 1992 tentang Perasuransian.
Memohon kepada majelis hakim agar menyatakan terdakwa, saya Made Paris Adnyana, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pidana sebagaimana diatur pasal 21 ayat 1 juncto pasal 9 Undang-undang (UU) No. 2 Tahun 1992 tentang Perasuransian. Membebaskan saya dan memulihkan hak saya sebagai terdakwa, sambungnya.
Sontak, pembelaan lelaki kelahiran 1966 silam itu menuai hujatan dari korban Balicon yang memadati ruang sidang utama PN. Bahkan, kata-kata kotor dan tak senonoh juga meluncur dari mulut mereka.
Atas pembelaan tersebut, tim JPU tetap pada tuntutan sebelumnya, yakni 12 tahun penjara. Sedianya, sidang akan berlanjut kembali pada Selasa mendatang (28/6) dengan agenda putusan.
Begitu sidang berakhir, situasi makin memanas. Belasan petugas kepolisian yang berjaga-jaga di ruang sidang langsung mengamankan Paris dengan menggiringnya menuju mobil polisi.
Namun, hal itu tak diindahkan oleh puluhan massa yang emosinya sudah memuncak. Mereka berusaha mengejar dan memukul Paris yang akan dimasukkan ke dalam mobil.
Namun, nasib Paris masih beruntung. Meski tetap dikejar puluhan massa hingga ke jalan raya, dia tetap aman dalam kawalan polisi.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan