Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tersedia, Layanan Ngaben Paket Hemat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Upacara Ngaben atau kremasi jenazah di Bali selama ini sering diidentikkan dengan upacara mahal atau berbiaya tinggi. Untuk menepis anggapan itu, seorang warga Kota Denpasar kini menyediakan layanan Ngaben Paket Hemat atau Ngaben PaHe.
Layanan Ngaben PaHe atau Ngaben Paket Hemat ini ditawarkan Jero Mangku Wayan Candra, warga Sesetan Denpasar. Wayan Candra selama ini juga dikenal sebagai seniman pembuat ogoh-ogoh terkenal di Bali. Layanan Ngaben Paket Hemat ini sudah disediakan Wayan candra sejak tiga tahun terakhir. Untuk satu jenazah yang diaben atau kremasi, Wayan Candra mematok tarif Rp 9 juta hingga Rp 11 juta.
Ini sudah termasuk biaya kompor (alat membakar jenazah), banten (sesajen), wadah jenazah, termasuk pemangku (pendeta) nya. Keluarga yang mau diaben tinggal menyiapkan lokasi upacaranya, sisanya kami yang urus semuanya,"jelas Wayan Candra belum lama ini. Harga di atas, kata Wayan Candra, bisa ditekan lebih murah lagi, sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga yang akan diaben.
"Bisa ditekan lebih murah lagi, tergantung kondisi ekonomi keluarga yang diaben, yang penting semuanya sesuai dengan tata cara upacara pengabenan secara agama Hindu. Kami bisa sediakan paket ini dalam waktu yang cepat. Kami juga siap memberi konsultasi soal sarana upacara Ngaben yang digunakan," ujar Candra.
Untuk layanan Ngaben Paket Hemat ini, Wayan Candra mempunyai tim pekerja yang sudah profesional. Semuanya mengerjakan tugas masing-masing seperti tim untuk membuat wadah jenazah, tim untuk membuat banten atau sesajen, tim yang menyiapkan kompor pembakar jenazah, dan tim untuk konsultasi upacara.
"Semuanya sudah ahli di bidang masing-masing, pokoknya keluarga yang akan diaben tinggal datang ke kami, sisanya kami yang urus, ujar Wayan Candra yang juga seorang pemangku ini. Meski belum lama menggeluti usaha ini, Wayan Candra mengaku sudah kebanjiran order. Sebagian besar berasal dari kalangan tidak mampu, baik dari Kota Denpasar, maupun dari kabupaten lainnya di Bali.
Saya hanya mau membantu warga yang ingin menggelar upacara Ngaben untuk saudaranya dengan dana terjangkau. Jangan sampai nantinya ada anggapan biaya upacara Ngaben di Bali itu amat mahal dan orang takut beragama Hindu karena upacara berbiaya tinggi itu,"ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2454 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2012 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun