Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
KPI Bali Pertimbangkan Lakukan Gugatan Pencabutan Ijin Siaran Indosiar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisi penyiaran Indonesia (KPI) Bali mempertimbangkan untuk melakukan gugatan untuk pencabutan terhadap ijin siaran dari Indosiar. Apalagi setelah dua kali surat peringatan yang disampaikan KPI Bali kepada Indosiar untuk menghentikan siaran sinetron 9 Wali tidak mendapatkan tanggapan. Menurut rencana gugatan akan dilakukan apabila peringatan tahap ketiga tetap diabaikan oleh pihak Indosiar.
Ketua KPI Bali Komang Suarsana menyatakan peringatan untuk menghentikan siaran sinetron 9 wali sebelumnya dilakukan karena adanya protes dari masyarakat Bali, termasuk dari Parisadha Hindu Darma Indonesia (PHDI) Bali. Sinetron yang menggambarkan konflik Hindu-Islam pada zaman kerajaan Majapahit tersebut diprotes karena dinilai telah merugikan umat Hindu.
“Karena sudah rawan memunculkan potensi konflik antar umat beragama terutama terhadap umat Hindu di Bali, hampir setiap saat gambaran episodenya seperti itu tokoh-tokoh Majapahit yang Hindu itu digambarkan tokoh yang jahat, kafir, pokoknya sisi negatif dari karakter manusia itu digambarkan sebagai orang hindu Majapahit, kemudian diberikan pencerahan oleh umat lain, oleh tokoh-tokoh wali Songo yang datang ke nusantara ini,” papar Komang Suarsana.
Komang Suarsana menyebutkan protes dari masyarakat Bali terhadap Sinetron 9 Wali sudah masuk ke KPI sejak pertama kali sinetron tersebut tayang pada 9 Juli lalu. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah komponen masyarakat di Bali memprotes sinetron berjudul Sembilan Wali yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta. Beberapa episode dalam sinetron ini dinilai menyinggung dan melecehkan umat Hindu. Berdasarkan penilaian KPID Bali, sinetron tersebut termasuk kategori fiksi sejarah atau legenda yang di dalamnya mengandung pro dan kontra serta konflik antara keyakinan Hindu dan Islam.
Bagi Suarsana, sebagai fiksi sejarah, mestinya ada peran pakar sejarah dari kedua faham yang dipertentangkan, untuk menjadi konsultan agar terjadi keseimbangan dan otorisasi kebenaran informasi dalam tiap alur cerita yang disiarkan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan