Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hanya 40 Persen Angkutan Umum di Bali yang Masih Beroperasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil pemantauan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Bali menunjukkan, dari 50.000 armada angkutan umum di Bali hanya 40 persen yang masih beroperasi. Dari jumlah yang masih beroperasi, diperkirakan hanya 10 persen yang layak operasi.
Sekretaris DPD Organda Bali Yus Suhartana menyatakan banyaknya angkutan umum yang akhirnya memilih tidak lagi beroperasi karena trayek yang terputus-putus sehingga menimbulkan biaya tinggi bagi pengguna, yang akhirnya lebih memilih menggunakan angkutan pribadi.
Selain itu para pengelola angkutan umum tidak mampu melakukan peremajaan armada karena pendapatan yang rendah. “Dari pendapatan yang rendah itu , dia mampu membeli tetapi tidak mampu melakukan perbaikkan, jadi kalau orang di Bali kebanyakan hanya mampu membeli saja, jadi tidaklah salah angkutan umum kita tidak terpelihara dengan baik,” papar Yus Suhartana, di Denpasar (20/9/2012).
Yus Suhartana berharap dengan dijadikannya angkutan umum yang ada sebagai bagian armada pengumpan dari Trans Sarbagita, maka angkutan umum dapat berperan lebih optimal. Apalagi operasional dari program trans Sarbagita di subsidi oleh pemerintah provinsi Bali.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun