Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sarjana IHDN Diminta Bantu Daerah Konflik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta sarjana baru lulusan perguruan tinggi mau ditempatkan di daerah konflik seperti Lampung untuk ikut memberikan penyadaran dan pembinaan agama bagi umat setempat.
"Mereka jangan hanya bekerja atau mengabdikan diri di Bali namun juga daerah lainnya di Indonesia seperti Lampung atau Sulawesi, dimana terdapat banyak warga perantau asal Bali.
Bisa saja, mereka ikut membantu melakukan pembinaan umat dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki," tegas Pastika usai memberi kuliah umum saat dies natalis VIII dam Wisuda XIV Institut Hindu Dharma Negeri (IHD) Denpasar, di Sanur, Senin (12/11/2012). Banyak profesi atau lapangan kerja bisa diciptakan di daerah baru di luar Bali seperti menjadi guru agama Hindu, balian atu ahli pengobatan tradisional Hindu dan lainnya. Pastika berpesan, jika nantinya di daerah baru, sarjana asal Bali ingin menjadi tokoh atau figur yang disegani maka mereka harus mengabdikan diri agar berguna di tempat yang baru seperti di daerah transmigran.
"Kalau mau berguna ya harus begitu, bisa memberikan pemahanan yang baik terhadap umat di sana. Bisa membantu memberikan pembinaan umat sehingga konflik bisa dicegah," imbuhnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun