Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tinggi, Jumlah Penderita Diabetes di Daerah Wisata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil penelitian Persatuan Endokrinologi (PERKENI) Cabang Bali menunjukkan, jumlah penderita obesitas dan diabetes di daerah tujuan wisata lebih tinggi dibanding daerah lainnya di Bali. Faktor lingkungan dan pola makan menjadi penyebab utama tingginya jumlah penderita diabetes dan obesitas di daerah wisata tersebut.
Ketua Persatuan Endokrinologi (PERKENI) Cabang Bali, Prof dr Ketut Swastika menyatakan, daerah wisata Legian dan Ubud merupakan dua daerah wisata dengan tingkat penderita obesitas (kegemukan) dan diabetes tinggi.
"Di Ubud dan Legian tingkat obesitasnya tinggi. Di daerah Petulu juga cukup tinggi,"ujarnya di Renon, Minggu (18/11/2012), usai peringatan World Diabetes Day 2012. Di daerah Legian, penelitian dilakukan sekitar tahun 2009 lalu. Penelitian atau survey dilakukan terhadap 300 orang warga di satu banjar (dusun) di daerah Legian Kuta. Hasilnya 7,3 persen dari seluruh populasi yang diteliti menderita obesitas dan diabetes.
"Di Legian angka penderita diabetes tinggi karena faktor lingkungan dan pola makan. Warga di Legian terpengaruh pola makanan barat. Obesitas itu sendiri merupakan cikal bakal diabetes,"jelasnya. Jumlah penderita obesitas dan diabetes di daerah wisata Legian dan Ubud, berbeda dengan jumlah penderita di daerah lainnya di Bali seperti daerah Pedawa, Tenganan, atau Penglipuran.
"Di daerah selain Legian dan Ubud, angka penderita diabetesnya kecil, jumlah penderita obesitas juga kecil. Ini karena pola hidupnya masih tertata, disamping aktivitas warga yang juga masih tinggi,"ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menambahkan, jumlah penderita diabetes di Bali menduduki peringkat kedua dibawah penderita hipertensi. Tahun 2011 lalu, jumlah penderita diabetes di Bali tercatat 2210 kasus. "Penderita terbanyak di Kota Denpasar, kemudian Badung. Penderita terbanyak berumur di atas 20 tahun. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Promosi perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditingkatkan,"ujarnya. Suarjaya mengatakan, ada 2 hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes yakni menata pola makan dengan tidak makan berlebihan dan olah raga secara teratur.
"Meski punya banyak uang, jangan makan berlebihan. Olahraga yang teratur untuk menjaga postur tubuh dan untuk membakar lemak. Lemak ini yang menjadi dasar diabetes,"jelasnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan