Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Tinggi, Jumlah Penderita Diabetes di Daerah Wisata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil penelitian Persatuan Endokrinologi (PERKENI) Cabang Bali menunjukkan, jumlah penderita obesitas dan diabetes di daerah tujuan wisata lebih tinggi dibanding daerah lainnya di Bali. Faktor lingkungan dan pola makan menjadi penyebab utama tingginya jumlah penderita diabetes dan obesitas di daerah wisata tersebut.
Ketua Persatuan Endokrinologi (PERKENI) Cabang Bali, Prof dr Ketut Swastika menyatakan, daerah wisata Legian dan Ubud merupakan dua daerah wisata dengan tingkat penderita obesitas (kegemukan) dan diabetes tinggi.
"Di Ubud dan Legian tingkat obesitasnya tinggi. Di daerah Petulu juga cukup tinggi,"ujarnya di Renon, Minggu (18/11/2012), usai peringatan World Diabetes Day 2012. Di daerah Legian, penelitian dilakukan sekitar tahun 2009 lalu. Penelitian atau survey dilakukan terhadap 300 orang warga di satu banjar (dusun) di daerah Legian Kuta. Hasilnya 7,3 persen dari seluruh populasi yang diteliti menderita obesitas dan diabetes.
"Di Legian angka penderita diabetes tinggi karena faktor lingkungan dan pola makan. Warga di Legian terpengaruh pola makanan barat. Obesitas itu sendiri merupakan cikal bakal diabetes,"jelasnya. Jumlah penderita obesitas dan diabetes di daerah wisata Legian dan Ubud, berbeda dengan jumlah penderita di daerah lainnya di Bali seperti daerah Pedawa, Tenganan, atau Penglipuran.
"Di daerah selain Legian dan Ubud, angka penderita diabetesnya kecil, jumlah penderita obesitas juga kecil. Ini karena pola hidupnya masih tertata, disamping aktivitas warga yang juga masih tinggi,"ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menambahkan, jumlah penderita diabetes di Bali menduduki peringkat kedua dibawah penderita hipertensi. Tahun 2011 lalu, jumlah penderita diabetes di Bali tercatat 2210 kasus. "Penderita terbanyak di Kota Denpasar, kemudian Badung. Penderita terbanyak berumur di atas 20 tahun. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Promosi perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditingkatkan,"ujarnya. Suarjaya mengatakan, ada 2 hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes yakni menata pola makan dengan tidak makan berlebihan dan olah raga secara teratur.
"Meski punya banyak uang, jangan makan berlebihan. Olahraga yang teratur untuk menjaga postur tubuh dan untuk membakar lemak. Lemak ini yang menjadi dasar diabetes,"jelasnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan