Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Bali Kena Dampak Badai Tropis Narele
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Metereologi dan Geo Fisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan, Bali saat ini terkena dampak Badai Narele. Angin kencang berhembus hingga 40 kilometer per jam.
Badai Narele, diketahui berada pada posisi 13.3 Lintang Selatan dan 116.1 Bujur Timur. Badai ini bergerak ke arah barat daya menuju perairan barat laut Australia. "Angin kencang yang melanda Bali ini karena badai tropis Narele di perairan selatan NTB,” kata Kepala Badan Metereologi dan Geo Fisika (BMKG) Wilayah III, Wayan Suardana, di Denpasar, Rabu (9/1/2013).
Badai Narele, papar Suardana, disebabkan oleh tekanan udara rendah di perairan selatan NTB. Di pusatnya, tekanan udara mencapai 987 milibar. “Ini yang menyebabkan terjadinya cuaca yang relatif mengganggu aktivitas warga. Di bulan Januari memang kondisinya seperti itu,” ucapnya.
Dampak badai ini terhadap Bali dan Indonesia bagian selatan, jelasnya, dapat menyebabkan angin kencang disertai hujan. Kecepatan angin bervariasi antara 10-40 kilometer. Kondisi ini, kata Suardana, merupakan siklus tahunan. Kondisi ini masih kategori normal, hanya waktunya saja yang bergeser tergatung fenomena alam.
“Saat ini memang memasuki musim penghujan. Puncaknya pertengahan Januari hingga pertengahan Februari,"ujarnya. Suardana mengimbau agar masyarakat yang melakukan ativitas utama di pesisir pantai selatan Bali agar selalu waspada, karena tinggi gelombang maksimum dapat mencapai 4 meter.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan