Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Gelar Seminar Nasional, IHDN Kenalkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Untuk meningkatkan wawasan akademik mahasiswa dan dosen, Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Bali menggelar seminar nasional dan pentas seni di 3 kabupaten di Bali. Dalam seminar nasional di 3 kabupaten ini, IHDN memperkenalkan 'Pikukuh Sunda', yakni ajaran budi pekerti luhur, warisan leluhur masyarakat Sunda Jawa Barat.
Seminar nasional dan pentas seni ini digelar selama 3 hari berturut-turut mulai tanggal 18 hingga 20 Maret 2013. Kegiatan serangkaian Dharma Canti Nyepi ini digelar di 3 kampus IHDN yakni kampus IHDN Denpasar, IHDN Bangli, dan IHDN Singaraja.
Seminar nasional dan pentas seni di 3 kabupaten di Bali ini antara lain menghadirkan artis nasional Tri Utami dan kelompok seni budya Sunda Wiwitan, Dewa Bujana dan kelompok Nyanyian Dharma, Ayu Laksmi, budayawan Cok Sawitri, tokoh kebatinan dan budayawan Bali I Gusti Ngurah Harta, dan budayawan Sunda Luki Darmawan atau Kang Uci.
"Dalam seminar nasional di 3 kabupaten yang dihadiri ribuan mahasiswa ini, kita perkenalkan tentang 'Pikukuh Sunda', yakni ajaran luhur warisan para leluhur masyarakat Sunda. Juga ada pembahasan dan diskusi tentang perkembangan peradaban Hindu di Bali dan Indonesia,"jelas Pembantu Rektor II Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Dr Praptini, di Denpasar (22/3/2013).
Kenapa memilih topik 'Pikukuh Sunda' dalam seminar nasional ini?
"Kita pilih tema 'Pikukuh Sunda' ini untuk memberi tambahan wawasan mengenai budaya dan peradaban Nusantara. Dalam kaitan dengan Pikukuh Sunda ini, antara Pikukuh Sunda dengan Hindu Bali ini ada kesamaan, yakni sama-sama mengakui adanya Batara Guru dan Batara Siwa. Ajaran Pikukuh Sunda itu mengutamakan perilaku yang baik dari sekedar teori,"jelas Praptini.
Pikukuh Sunda sendiri mengajarkan Dharma Bakti (berbuat kebaikan) kepada segala mahluk yang ada di Planet Bumi, tanpa memandang ras, suku, golongan apapun baik itu manusia, binatang, tumbuhan, mahluk halus, serta semesta kehidupan lainnya. Sebab Manusia Sunda meyakini bahwa segalanya adalah Hasil Daya Cipta Yang Maha Kersa.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2748 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun