Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Merahkan Renon, Mantapkan Tekad Perubahan
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ribuan massa dengan mengenakan kaus merah, Minggu pagi, (5/5) berjejal di lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar. Dengan penuh semangat , mereka berjalan kaki mengitari kawasan pusat pemerintahan Bali ini.
Kehadiran Jokowi bersama AA Puspayoga menjadi pemompa semangat. Yel-yel dan dukungan terus bergema untuk memastikan kemenangan pasangan Puspayoga-Sukrawan (PAS) pada Pilkada Bali 15 Mei nanti. Jokowi sendiri percaya, Puspayoga akan membawa Bali ke arah yang lebih baik.
“PAS itu pasangan yang serasi. Sederhana, merakyat dan programnya jelas,” tegas Gubernur DKI Jakarta ini.
Program PAS dengan misi utama mempercepat pemerataan Bali, mengembangkan seni budaya dan memperkuat Desa Pekraman merupakan jawaban kongkrit atas situasi Bali saat ini. Pemerataan untuk mencegah kesenjangan ekonomi makin melebar dan menimbulkan masalah sosial dan lingkungan, sedangkan dua program lainnya adalah untuk menjaga agar Bali tetap eksis di tengah gelombang globalisasi.
“Kalau salah memilih pemimpin, identitas Bali bisa tergerus oleh pengaruh luar,” tegas Jokowi.
Bagi para pendukung PAS, kehadiran Jokowi memastikan adanya harapan bahwa Bali akan mendapat pemimpin yang lebih baik. Yakni, pemimpin yang mau mendengar dan turun ke masyarakat dan mencermati masalah di lapangan. Bukannnya pemimpin yang lebih suka berada di kantor dan lebih suka bergaul dengan para investor.
Selain kehadiran Jokowi, acara jalan santai juga dimeriahkan oleh penampilan artis-artis muda Bali yang masing-masing menciptakan lagu bagi pasangan PAS. Mereka adalah Ray Peni dan Mr Botax dengan lagu “Pas untuk Bali” serta Gana Idol yang menciptakan lagu khusus berjudul “Satria dan Kutu Loncat”. Kesempatan yang diberikan pada para musisi muda itu menunjukkan, pasangan PAS juga sangat cocok dengan aspirasi kaum muda yang menginginkan Bali sebagai “Pulau Kreatif”.
Menurut Gana Idol, lagu yang diciptakannya bukanlah untuk menyindir seorang politisi tertentu yang suka berpindah-pindah partai untuk mengejar kekuasaan.
“Lagu itu karena melihat sosok Puspayoga yang setia berjuang dan tak mengejar jabatan,” ujarnya.
Kesetiaan itu, kata dia, merupakan penanda bahwa seorang pemimpin harus berjiwa satria. “Rakyat Bali jelas membutuhkan sosok semacam itu,” katanya.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan