Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Polri Terima DiKritik KPK sebagai Lembaga Terkorup
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Mabes Polri terima jika disebut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga terkorup. Walau, Mabes Polri meminta pernyataan itu berdasarkan data yang akurat.
Hal itu dikatakan oleh Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Agus Rianto.
"Tentunya menghargai kritik dan masukan terhadap Polri. Berharap kritikan itu dalam rangka mendorong Polri lebih baik," ujarnya, Selasa (17/9/2013).
Ia mengaku menerima kritikan tersebut. Namun tetap harus berdasarkan fakta dan data yang akurat. Sehingga diharapkan tidak menjadikan informasi tersebut merusak atau menurunkan kredibilitas Polri.
Sebelumnya KPK mengklaim kalau DPR dan Polri sebagai lembaga yang paling korup di Indonesia. Dalam data Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, menunjukkan, di Indonesia, DPR didakwa sebagai lembaga yang paling korup pada periode 2009 hingga 2011.
Pada 2012 dan 2013, peringkat pertama lembaga terkorup diduduki bersama oleh DPR dan Polri. Di peringkat ketiga adalah pengadilan dan selanjutnya adalah parpol, pegawai negeri sipil (PNS), sektor bisnis, sektor kesehatan, dan kemudian sistem pendidikan. [bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1982 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun