Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pasca APEC, Indonesia Harus Bisa Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Nusa Dua. Sarman El-Hakim, aktivis dari masyarakat pencinta sepak bola Indonesia (MPSBI) berharap setelah sukses menggelar KTT APEC hendaknya Indonesia bisa memperjuangkan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Tahun 2022.
Meski sempat ditahan selama 24 jam di Mapolsek Kuta Selatan, Jimbaran akibat aksinya yang ingin menghadang Presiden Rusia Vladimir Putin di areal KTT APEC di Nusa Dua Bali pada Senin (7/10/2013) kemarin, Sarman yang baru dibebaskan siang tadi, Selasa (8/10/2013) mengaku akan tetap terus berjuang keliling dunia dan keliling Indonesia untuk menyuarakan agar Indonesia bisa menjadi penyelenggara Piala Dunia.
"Setelah KTT APEC ini, saatnya Indonesia memperjuangkan kepada FIFA agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah piala dunia tahun 2022. Perjuangan saya tidak sampai disini saja. Saya akan terus berjuang dengan cara saya sendiri agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah piala dunia," kata Sarman ketika ditemui usai dibebaskan dari Mapolsek Kuta Selatan, Selasa (8/10/2013).
Menurut Sarman, tugas APEC bagi Presiden kedepan harus dilanjutkan dengan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia. Indonesia harus segera memanfaatkan peluang yang ada yakni merebut peluang untuk menjadi tuan rumah piala dunia. Piala dunia, kata Sarman akan membawa kebanggaan bagi masyarakat luas maupun bagi Indonesia.
"APEC hanya mendatangkan investor yang membawa proposal dengan penuh persyaratan. APEC hanya 21 negara, sementara kalau Piala Dunia ada sekitar 32 negara. Mereka akan berdatangan secara sukarela, menghamburkan banyak uang dan sebagainya," jelasnya.
Sarman pesimis Presiden SBY sanggup memperjuangkan Indonesia menjadi penyelenggara pesta sepak bola bergengsi tersebut. Pasalnya, pemerintahan SBY, tutur Sarman pernah menggagalkan rencana Indonesia menjadi penyelenggara Piala Dunia dengan dalih infrastruktur dan prestasi.
"Piala Dunia adalah pestanya wisatawan bukan pestanya pemain bola. Jadi jika piala dunia bisa di Indonesia maka kita akan didatangi wisatawan," tegasnya. [dws]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun