Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
SBY Kagumi Goa Gong di Pacitan
Pacitan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Pacitan. Nama Goa Gong bukan saja ada di Bali, Pacitan Jawa Timur juga ada obyek wisata Goa Gong yang tak kalah menarik. Pesona yang dihadirkan Goa Gong dikagumi Presiden SBY saat dalam perjalanannya bersama rombongan menuju Yogyakarta ( 17/10/2013 ).
Seperti dikutip dalam akun Facebook Susilo Bambang Yudhoyono, Goa Gong terletak di desa Bomo, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan, sekitar 30 km dari pusat kota Pacitan. Goa ini dinamakan goa gong karena konon suara seperti gong kerap terdengar dari dalam goa. Hal unik lainnya dari goa ini adalah adanya bagian-bagian goa yang diberi nama.
Stalaktit dan stalakmit diberi nama Selo Giri, Selo Citro Cipto Agung, Selo Pakuan Bomo, Selo Adi Citro Buwono, Selo Bantaran Angin dan Selo Susuh Angin.
Sementara sumber air diberi nama Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan, dan Sendang Relung Nisto. Menurut penduduk setempat, sumber air ini dipercaya memiliki nilai magis untuk menyembuhkan penyakit.
Ketika berita ini ditulis, ada 6, 861 orang menyukai artikel yang di posting 3 jam sebelumnya. Kunjungan wisata rombongan SBY, juga dibagi oleh pengguna Facebook sebanyak 159 orang dan 853 dari komentar yang bernada positif sampai yang bernada negatif.
Predy Brah Kumara dalam akun Facebooknya memberi komentar, “Bapak Presiden tingkatkan pariwisata di Pacitan agar Pacitan terkenal di mancanegara, bahwa Pacitan punya potensi pariwisata “, tulisnya.
Pemilik akun lainnya, Rhiza’s David memanfaatkan akun ini untuk curhat, “ Seneng ya pak jalan-jalan terus, saya mikirin buat makan keluarga saya juga udah susah, kapan saya bisa jalan - jalan ama keluarga “, keluhnya yang diakhiri emoction beraut sedih.
Masih dalam tulisan di akun Facebook SBY, Obyek Wisata Goa Gong di Pacitan menyuguhkan Stalaktit dan stalakmit, adalah mineral sekunder yang merupakan khas goa karst (goa kapur). Stalaktit merupakan batuan yang meruncing ke bawah, sedangkan stalakmit merupakan batuan hasil tetesan stalaktit di atasnya sehingga berbentuk meruncing ke atas. Pertumbuhan stalaktit dan stalakmit tergolong sangat lambat, rata-rata pertumbuhannya adalah 0,13 mm per tahun. (eja)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2813 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun