Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tak Mempan Senjata, Guru Akui Punya Ilmu Kebal

jembrana

Jumat, 15 November 2013, 07:20 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

 Setelah rumahnya dikepung warga, seorang guru di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana, Sunnah (49), sudah berani muncul di rumahnya. Kepada wartawan, Sunnah dengan jujur mengakui memiliki ilmu kekebalan (Kuta Tauhid) dan ilmu Marifat yang diakuinya bertentangan dengan ajaran Agama yang dianutnya.

Ditemui di polsek Kota Negara, Sunnah memulai kisahnya tertarik untuk mempelajari ilmu Kuta Tauhid atau ilmu kekebalan yang tidak mempan senjata tajam. Sunnah mengaku ilmu tersebut dia pelajarinya di tanah kelahirannya, yakni di Lombok Timur. Dia mulai mempelajari ilmu tersebut tahun 1993 silam dan hingga kini masih ditekuninya.

“ Saya belajar ilmu tersebut dari guru saya yang bernama Guru Isa. Tinggalnya di Lombok," ungkapnya.

Sunnah juga mengungkapkan ilmu Kuta Tauhid tersebut setiap saat selalu dipelajarinya guna mencapai tarap kesempurnaan. Untuk ilmu tersebut menurutnya ada tingkatan-tingkatan tertentu mulai dari tingkat terendah yakni tingkat 1 hingga tingkat 12 sebagai tingkatan tertinggi.

“ Saat ini saya sudah mencapai tingkat ke-12, tingkatan tirtinggi atau tingkatan kesempurnaan. Saya juga sudah kebal dengan senjata tajam," imbunya

Bukan hanya ilmu kekebalan saja yang dipelajarinya, Sunnah juga mengaku mempelajari ilmu Marifat. Ilmu Marifat ini berisikan tentang rahasia Tuhan, kehidupan dan kematian. Untuk menekuni ilmu ini, dia berguru dari Lalu Bayani, seorang guru ilmu Marifat yang sangat dihormatinya.

“ Ilmu ini juga saya pelajari di Lombok dalam jangka waktu yang sama. Sampai sekarang juga saya masih mempelajari ilmu ini,” tuturnya.

Sunnah menjelaskan dalam ilmu Marifat tersebut diajarkan beberapa hal diantaranya, arah kiblat adalah di dalam kalbu, dalam setiap nafasnya adalah sholat, dalam setiap kebaikannya adalah telah berpuasa dan bersedekah.

Dan yang agak aneh adalah mengencingi serta buang air besar di dalam ruangan rumah  untuk menangkal niat jahat orang lain kepada dirinya.

“ Karena banyak yang berniat jahat kepada saya, makanya saya sering kencing dan berak di kamar. Tindakan itu sebagai penangkal jika ada orang yang berniat jahat kepada saya,” paparnya.

Sunnah menyadari, dua ilmu yang dipelajari dan dikuasainya tersebut adalah sangat bertentangan dengan ajaran agama yang dianutnya. Meskipun demikian, dia berkeyakinan bahwa kedua ilmu tersebutlah yang paling tepat dia pelajari dan kuasai di dalam kehidupannya.

“ Inilah ilmu yang paling tepat untuk dipelajari dan dikuasai karena banyak yang berniat jahat terhadap saya. Meskipun itu bertentangan dengan ajaran Agama yang saya anut,” terangnya.

Pasca didatangi ratusan warga Rabu (13/11) sore lalu, kini dia harus tinggal di rumahnya sendiri. Sementara Nur Suciani, istrinya memilih tidak mau bertemu dengan dirinya dan sementara tinggal di rumah orang tuannya, tidak jauh dari tempat tinggal dirinya, jaraknya sekitar 150 meter masih di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana.

“ Istri saya belum mau pulang. Dia baru mau pulang jika saya telah membersihkan rumah dari najis atau kotoran yang saya buat. Saya juga diwajibkan untuk bertobat oleh istri saya untuk kembali ke jalan Agama. Kalau itu bisa saya lakukan katanya baru dia mau pulang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana Rabu (13/11) sekitar pukul 17.00 wita menyerbut rumah Sunnah. Pemicunya lantaran warga kesal dengan ulah aneh Sunnah yang kerap ribut dengan istrinya serta diduga mempelajari ilmu sesat. Kedatangan warga tersebut bermaksud menghakimi Sunnah. [Jsp]

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami