Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Senjakala Demokrat di Lingkaran Korupsi

Jumat, 17 Januari 2014, 08:09 WITA Follow
Beritabali.com

inilah.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Partai Demokrat benar-benar di titik nadir. Sepanjang Kamis (16/1/2014) ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja dua kader Partai Demokrat Sutan Bathoegana dan Tri Yulianto. Senjakala Partai Demokrat? Baru dua hari lalu, Ketua Umum Partai Demokrat SBY melalui Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengumbar statistik korupsi partai politik di Indonesia dan menyebutkan partainya hanya di peringkat ketiga dalam urusan korupsi, kini giliran dua kader seniornya diincar KPK.

KPK sepanjang Kamis (16/1/2014) menggeledah ruangan Ketua Komisi VII DPR yang juga sekaligus pendiri Partai Demokrat Sutan Bathoeggana dan ruang kerja anggota Komisi VII DPR yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat Tri Yulianto. KPK juga menggeledah ruang Fraksi Partai Demokrat, dan Sekretariat Komisi VII DPR RI. Tidak hanya itu, KPK juga menggeledah kediaman Sutan Bathoegana di Bogor, Jawa Barat.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan pihaknya menjunjung tinggi prinsip hukum terkait kasus yang menyeret dua kadernya Sutan Bathoegana dan Tri Yulianto. Pihaknya akan mengkuti proses hukum atas kasus tersebut. "Proses hukum sambil berjalan, juga dilakukan evaluasi," ucap Agus di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Kamis (16/1/2014).

Sementara menurut Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul, berharap agar Sutan Bathoegana membuktikan ucapannya yang tidak menerima uang sebagaimana disebutkan bekas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. "Sutan harus membuktikan bahwa dia tidak ada kaitan dan tidak benar itu THR," ucap Ruhut di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (16/1/2014).

Menurut anggota Komisi III DPR RI ini, Partai Demkokrat akan menanyakan kembali tentang tudingan Sutan menerima THR dari Rudi Rubiandini. Langkah ini seiring dengan pengembangan kasus yang saat ini ditangani KPK. "Paling tidak evaluasi sampai KPK melakukan pengembangan," sebut Ruhut.

Nama Sutan Bathogena dan Tri Yulianto mencuat saat kesaksian Rudi Rubiandini di persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta beberapa waktu lalu. Selain nama dua politisi Partai Demokrat tersebut, keberadaan Menteri ESDM yang juga kader Partai Demokrat Jero Wacik juga santer disebut dalam kasus SKK Migas ini. KPK pada Kamis (16/1/2014) juga telah menetapkan Sekjen ESDM Waryono Karno sebagai tersangka dalam kasus suap SKK Migas.

Sebelumnya dari temuan Pol-Tracking menyebutkan sepanjang 2013, Partai Demokrat menduduki rangking kedua setelah PKS dalam hal pemberitaan kasus korupsi dengan memperoleh 20,5 persen dari total berita tentang Partai Demokrat. Pemberitaan tersebut memiliki sentimen negatif. Kondisi itu linier dengan tingkat keterpilihan Partai Demokrat yang konsisten anjlok dari OKtober 2013 sebesar 8,8 persen menjadi 7,9 persen pada Desember 2013 lalu. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami