Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gede Pasek: Ibas yang Langgar Pakta Integritas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gede Pasek Suardika masih heran dengan dicopotnya dia sebagai anggota DPR oleh Partai Demokrat. Alasan melanggar Pakta Integritas partai, dianggap alasan belaka.
Pasek melalui akun twitter pribadinya, menuliskan kejanggalan-kejanggalan yang dia alami. Sebab, kalau dianggap melanggar, point mana yang dilanggar. Bahkan, Pasek yakin dirinya lebih berintegritas dibanding Syarief Hasan dan putra Presiden SBY Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.
"Kalau dianggap melawan Pakta Integritas, saya yakin saya lebih berintegritas dengan Syarief Hasan atau Ibas. Bukan untuk menyombongkan diri, tapi ini, Fakta. Kita Cek Sederhana saja: Pakta Integritas itu larangan untuk 3 hal, yaitu tidak KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme).Mari kita cek..," tulis Gede Pasek dalam akun twitternya @G_paseksuardika: 22
Pasek juga mengajak untuk membandingkan mana yang lebih bersih dari korupsi. Apakah dia atau Syarief dan Ibas. "Korupsi: sampai saat ini sy clear soal kasus2 korupsi. Bgmn dg Syarief Hasan. Terlibat atau tdk kita tdk tahu," ucapnya.
Pasek kemudian menyebutkan sejumlah kasus yang diduga melibatkan Syarief Hasan salah satunya soal Diklat dan pengadaan lift di kemenkop.Surat keputusan mem-PAW dia dari DPR adalah Syarief dan Ibas selaku Ketua Harian DPP dan Sekjen DPP. Kalau alasan melanggar Pakta Integritas, Pasek menilai Ibas lebih melanggar lagi.
"Penandatangan kedua adalah Edhie Baskoro/Ibas. Terbukti atau tdk yg pasti namanya disebut di sidang o/ Deviardi dan Yulianis di 2 kasus"," katanya. Terkait kolusi atau mengangkat keluarga sendiri. Mantan Ketua Komisi III DPR ini melihat Syarief Hasan lebih nepotisme lagi. Karena diposisi caleg DPR, dia dan istri berada dinomor urut pertama.
"Soal Kolusi: saya sampai sekarang masih clear, tapi denga adanya Kolusi bapak-anak, ipar di kemenkop sudah jelas terasa baunya. Lalu Nepotisme. Syarief Hasan denga istrinya nomor urut 1 di Jabar, sementara kalau Ibas, saya kira untuk keluarga Cikeas wajarlah banyak. Sementara saya istri maju ke DPRD Bali dari Denpasar, saya akhirnya mengalah ke DPD RI sehingga tidak ada nepotisme. Dengan fakta itu, makin jelas siapa yang lebih melanggar," jelas Pasek.
Dia heran dengan keputusan DPP ini. Pasek mengaku tidak mempersoalkan jabatan. Tapi dengan cara ini, tidak bisa dibiarkan. Apalagi, alasan politis DPP Demokrat adalah karena kedekatannya dengan Anas Urbaningrum.
"@G_paseksuardika: 30 Pakta Integritas. Mereka yg melanggar kok saya yg dihukum? Kalau soal dekat dg Anas, itu hak pribadi saya merawat persahabatan. Masak..,"
"@G_paseksuardika: 31. Mereka tdk cocok sy hrs dicokok hidungnya utk ikut.Mereka musuhan kok saya diajak ikut memusuhi tanpa alasan.," kata Pasek.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan