Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kasipidum Kejaksaan Negeri Denpasar Dilaporkan ke Jamwas RI
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) dan Jaksa Peneliti Kejaksaan Negeri Denpasar dilaporkan ke Jamwas RI. Mereka dinilai tidak konsisten mempertahankan dakwaan dalam kasus tindak pidana dengan korban Hendra Haryanto.
" Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) dan Jaksa Peneliti Kejaksaan Negeri Denpasar telah dilaporkan ke Jamwas RI, karena mereka tidak konsisten mempertahankan dakwaan dalam kasus tindak pidana klien kami, korban Hendra Haryanto,"jelas kuasa hukum korban, I Wayan Mudita dan I Gusti Ngurah Artana, di Denpasar (22/1/2013).
Menurut Mudita, semenjak awal perjalanan pemeriksaan perkara pidana ini penuh rekayasa. "Kasus ini penuh dugaan rekayasan, korban diminta mencabut kuasa hukumnya pada proses pemeriksaan di penyidikan dan pra penuntutan, dan diminta menerangkan peristiwa yang terjadi berbeda dengan fakta hukum yang sebenarnya," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai manajer travel, Hendra Haryanto ( 34 ), menjadi korban peristiwa dugaan tindak pidana pengeroyokan di Restoran Feyloon, Kuta. Korban dikeroyok pemilik Restoran Feyloon, Joe yang merupakan warga Hongkong dan Managernya, Fred yang warga negara Malaysia.
Keduanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka karena menganiaya Hendra Haryanto di depan Restoran Feyloon dua pekan lalu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Jumat (16/08/2013). Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi saksi di kepolisian, keduanya, terbukti melakukan penganiayaan terhadap Manager Traverl Hendra Haryanto di depan Restoran Feyloon.
Korban awalnya melaporkan dianiaya oleh 10 pelaku, dua diantaranya Joe dan Fred. Namun penyidik hingga kini baru menetapkan dua tersangka saja.
Keterlibatan dua Joe dan Fred menyusul aksi pengeroyokan yang mereka lakukan terhadap Manager Travel, Hendra Haryanto, pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 wita. Kasus ini bermula saat korban hendak bertemu Fred untuk menyelesaikan masalah bokingan tamu di Restoran Feyloon, namun berakhir cekcok dan dilihat langsung oleh Joe.
Tidak ingin bermasalah, Hendra keluar dari restoran menuju mobilnya yang diparkir di depan restoran. Namun dari arah belakang Fred ikut menyusul dan memanggil Hendra yang sudah berada di dalam mobil. Namun saat korban turun dari mobil, Fred marah marah dan disusul dengan pemukulan.
Ternyata, Joe dan beberapa orang security serta staf restoran sudah berada di belakang dan ikut melakukan pemukulan. Nahas, korban akhirnya dikeroyok para pelaku. Walau sudah berteriak minta ampun, para pelaku terus saja menghajarnya hingga babak belur.
Dalam keadaan berdarah darah, korban berlari ke SPBU yang berada persis di depan restoran. Tapi pelaku terus saja mengejar dan beringas menyiksa korban, hingga sekujur badannya babak belur. Korban melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polsek Kuta.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2505 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun