Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Dokter Ayu Lanjutkan Karir di Balikpapan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasca menerima putusan bebas dari Mahkamah Agung, dokter Dewa Ayu Sasiary Prawarni mengaku sangat bersyukur. Meski sempat trauma, dokter ayu mengaku akan meneruskan karirnya sebagai dokter spesialis kandungan. Ditemui di sebuah kafe di jalan Hayam Wuruk Denpasar, Senin siang ini, dokter Ayu tampak tengah bersantai dengan seorang saudaranya. Sambil bersantai, dokter Ayu juga menerima wawancara dengan sejumlah media lokal Bali.
Pasca menerima putusan Mahkamah Agung, dokter Ayu mengaku merasa lega dan bersyukur. Meski sempat merasa trauma dan kecewa, kini dokter Ayu perlahan mulai bisa menerima hukuman penjara yang diterima sebelumnya. Meski sempat mendapat hukuman penjara karena tudingan malpraktek, dokter Ayu mengaku tidak kapok menjalankan profesi dokter.
"Saya sempat kecewa dan trauma, tapi usai menjalani hukuman penjara ini saya akan melanjutkan karir saya di Balikpapan Kalimantan Timur," ujarnya (10/2/2014).
Sebelumnya Mahkamah Agung (MA) membebaskan terpidana perkara malapraktik, dokter Dewa Ayu Sasiary prawarni, dokter Hendry Simanjuntak, dan dokter Hendy Siagian.
Tiga dokter itu dinyatakan tidak menyalahi standar operasional prosedur (sop) saat melakukan operasi terhadap Siska Makelty.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1970 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun