Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ahli Kimia: Abu Kelud Berbahaya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ahli kimia ITB Mubiar Purbasamita mengatakan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud berbahaya bagi kesehatan. Jika terhisap dan masuk ke paru-paru, fungsi pernapasan bisa tak berfungsi. "Itu (abu vulkanik) mengandung parika silika, kalau masuk ke dalam sistem pernapasan terutama paru-paru itu berbahaya karena tidak keluar lagi," ujar Mubiar seperti dikutip PRFM, Jumat (14/2/2014).
Untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam paru-paru, Mubiar mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah maupun berkendara. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu alat pencegah masuknya abu vulkanik ke dalam paru-paru. "Cara yang terbaik menghindari pengisapan itu dengan menggunakan masker," ujarnya .
Selain berbahaya untuk kesehatan manusia, abu vulkanik yang menempel di benda khususnya besi dan bahan-bahan lainnya yang terbuat dari alumunium dapat menimbulkan benda tersebut menjadi karat. Abu dari letusan Gunung Kelud sampai ke lima kecamatan di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/2/2014) siang.
Lima kecamatan itu, yakni Nagreg, Cikancung, Kertasari, Pangalengan, dan Ibun. Warga mengeluh matanya sakit karena abu putih tertiup angin.
"Sejak tadi pagi, warga dari lima kecamatan ini, banyak yang menelepon saya. Mereka mengabarkan kalau di daerahnya banyak abu tipis," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Marlan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan