Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ribuan Hewan Dibunuh di Kebun Binatang Eropa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ribuan binatang disuntik mati di Eropa setiap tahun dengan berbagai alasan. Bahkan ada di antaranya ditembak mati dan dijadikan santapan singa. Seperti dilaporkan Associated Press Jumat (14/2/2014), seekor jerapah berusia 2 tahun ditembak mati dan bangkai jerapah bernama Marius itu dilempar ke kawanan singa dijadikan makan siang. Peristiwa yang terjadi di kebun binatang Copenhagen Ahad (9/2/2014) itu disaksikan para pengunjung, termasuk para bocah.
‘’Nasib Marius tidak seberapa’’ tulis AP. Ribuan lain disuntik mati di Eropa setiap tahunnya, untuk menyelamatkan jenis binatang tertentu. ‘’Bukan menyelamatkan seekor atau dua ekor saja,’’ tutur seorang manajer kebun binatang tanpa disebut namanya. Kelompok ilmuwan kebun binatang enggan mengungkap jumlah hewan yang dibunuh. Namun David Williams Mitchell, jurubicara Asosiasi Kebun binatang dan Aquaria EAZA, memperkirakan jumlahnya sampai 1.735 setiap tahun.
Pembunuhan itu dilakukan karena kondisi kesehatan hewan korban, karena usia tua. Juga karena kurangnya halaman di kebun binatang, selain alasan konservasi lainnya, serta mengurangi populasi hewan tertentu. Marius yang dijadikan santapan singa, dibunuh karena populasi jerapah dinilai mengkhawatirkan. ‘’Tapi kejadian itu hanya 1 persen saja,’’ tutur David Williams Mitchell.
Menurut data EAZA, ada lima ekor jerapah yang dibunuh di Eropa sejak 2005. Selain Marius, kebun binatang Copenhagen juga membantai 20 sampai 30 kambing hutan, antelop dan hewan lainnya. Bahkan dalam waktu dekat ini, Kebun binatang Jyllands Park di Denmark akan membunuh satu jerapah lagi dalam waktu dekat karena kelebihan populasi.
Masyarakat Peduli Perlindungan Hewan Piaraan menyebutkan kebun binatang di seluruh Eropa kelebihan 7.500 hewan. Sebuah kebun binatang di Jerman pekan ini dikabarkan hendak mengirim seekor monyet ke Republik Czech karena beranak terlalu banyak, akibat sering bergaul dengan sesama famili dan keluarga kandungnya.
‘’Salah satu cara pencegahannya, ya jangan kunjungi kebun binatang,’’ ujar Liz Tyson, direktur Masyarakat Peduli Hewan itu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2817 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun