Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Nyepi, Tol Bali Tutup Selama 34 Jam
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Untuk menyambut dan menghormati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1936 bagi umat Hindu di Pulau Bali, jalan Tol Bali Mandara akan ditutup Selama 34 Jam. Jalan tol pertama dan satu-satunya di Bali akan ditutup mulai hari Minggu 30 Maret 2014 jam 22.00 Wita hingga Selasa 1 April 2014 jam 08.00 Wita.
"Penutupan ini sebagai bentuk penghormatan kami. Kamai akan melakukan penutupan tol sementara pada saat perayaan Nyepi Nanti," ungkap Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akmad Tito Karim dalam keterangan resminya, Kamis (27/3/2014).
Penutupan ini, kata Tito, selain menghormati adat istiadat dan nilai-nilai yang berlaku di Bali, juga sesuai edaran Gubernur Bali Nomor 003.1/6853/BKD tentang Hari Libur Nasional. "Dengan diistirahatkannya operasional tol sementara pada saat Nyepi, kita kehilangan pemasukan sebesar Rp 275 Juta," jelasnya.
Tito mengaku selama ini, Tol Bali Mandara yang berdiri diatas laut sudah menghilangkan kemacetan di Bali Selatan. Setiap hari sebanyak 35 ribu kendaraan perhari melalui Tol Bali Mandara, dari target sebelumnya yaitu 39 ribu kendaraan yang melintas.
"Kita sudah 90 persen memenuhi target yang kita rencanakan. Tol Bali Mandara ini sudah mampu membantu mengurangi kemacetan di Bali Selatan. Bahkan Tol pertama di Bali ini sudah melancarkan berbagai event nasional dan internasional. Bahkan Tol Bali ini sudah dilewati 130 peserta Miss World dan dikenal 133 negara," pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan