Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Koperasi Transportasi Lohjinawi Datangi Bandara Ngurah Rai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Belum usai persoalan Kejati lakukan penggledahan di kantor PAP I Ngurah Rai, terkait dugaan korupsi dana papan reklame. Kamis sore (11/9), koperasi Trasportasi Lohjinawi bentukan warga Tuban, giliran beramai-ramai gerudug gedung Kantor Angkasa Pura Ngurah Rai.
Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan atas perijinan kounter dari carter transpotasi yang sudah lama dilakukan kerjasama dengan pihak angkasa pura. Setelah sebelumnya mereka kecewa, kini dengan berpakaian adat, mereka langsung menemui CO GM PAP I Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Arditha, untuk meminta kejelasan ijin tersebut.
"Kami sebelumnya sudah sempat kemari, namun justru kami mendapat jawaban yang melukai hati kami dari IB Agung Mandala selaku kepala Bagian Komersial PAP I Ngurah Rai, Denpasar," ujar Ketua Koperasi Lohjinawi, Nyoman Sudiana, Kamis 11 September 2014.
Pada kedatangan sebelumnya, mereka awalnya ingin melihat dan ingin mengetahui proses selanjutnya untuk melengkapi masalah perijinan kounter Carter transpotasi mini bus milik Koperasi Lohjinawi. Namun sayang, kepala bagian yang berperan dalam menentukan perijinan ini justru memberikan pernyataan yang menyakitkan dan melukai mereka.
"Kami tidak peduli siapa, mau warga lokal atau dari leluhur mana. Saya sudah biasa menangani hal-hal macam begini," kata Sudiana mengutip ucapan IB Agung Mandala selaku Kepala Bagian kemersial di Bandara Ngurah Rai.
Terkait sikap arogan inilah rombongan koperasi Traspotasi Lohjinawi menemui Ardita dan meminta ketegasan apakah ucapan dari Agung Mandala selaku Kepala Bagian kemersial merupakan komitmen dari PAP I Ngurah Rai atau emosional pribadi. Setelah berbicara selama hampir 2 jam dengan Ardita, pihaknya akhirnya mendapat kepastian dimana Ardita berjanji untuk menyelesaikan persoalan ijin dari Lohjinawi.
"Jujur ya, bapak GM lebih bijak dan membuat kami tenang. Sayang sikap bijak pimpinan tidak diikuti bawahannya.
Bapak GM Ardhita bahkan memberikan arahan kepada kami untuk kemana langkah kami selanjutnya dalam masalah perijinan yang sudah kami bina sejak puluhan tahun dengan pihak bandara," pungkas Sudiana.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan