Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Koperasi Transportasi Lohjinawi Datangi Bandara Ngurah Rai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Belum usai persoalan Kejati lakukan penggledahan di kantor PAP I Ngurah Rai, terkait dugaan korupsi dana papan reklame. Kamis sore (11/9), koperasi Trasportasi Lohjinawi bentukan warga Tuban, giliran beramai-ramai gerudug gedung Kantor Angkasa Pura Ngurah Rai.
Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan atas perijinan kounter dari carter transpotasi yang sudah lama dilakukan kerjasama dengan pihak angkasa pura. Setelah sebelumnya mereka kecewa, kini dengan berpakaian adat, mereka langsung menemui CO GM PAP I Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Arditha, untuk meminta kejelasan ijin tersebut.
"Kami sebelumnya sudah sempat kemari, namun justru kami mendapat jawaban yang melukai hati kami dari IB Agung Mandala selaku kepala Bagian Komersial PAP I Ngurah Rai, Denpasar," ujar Ketua Koperasi Lohjinawi, Nyoman Sudiana, Kamis 11 September 2014.
Pada kedatangan sebelumnya, mereka awalnya ingin melihat dan ingin mengetahui proses selanjutnya untuk melengkapi masalah perijinan kounter Carter transpotasi mini bus milik Koperasi Lohjinawi. Namun sayang, kepala bagian yang berperan dalam menentukan perijinan ini justru memberikan pernyataan yang menyakitkan dan melukai mereka.
"Kami tidak peduli siapa, mau warga lokal atau dari leluhur mana. Saya sudah biasa menangani hal-hal macam begini," kata Sudiana mengutip ucapan IB Agung Mandala selaku Kepala Bagian kemersial di Bandara Ngurah Rai.
Terkait sikap arogan inilah rombongan koperasi Traspotasi Lohjinawi menemui Ardita dan meminta ketegasan apakah ucapan dari Agung Mandala selaku Kepala Bagian kemersial merupakan komitmen dari PAP I Ngurah Rai atau emosional pribadi. Setelah berbicara selama hampir 2 jam dengan Ardita, pihaknya akhirnya mendapat kepastian dimana Ardita berjanji untuk menyelesaikan persoalan ijin dari Lohjinawi.
"Jujur ya, bapak GM lebih bijak dan membuat kami tenang. Sayang sikap bijak pimpinan tidak diikuti bawahannya.
Bapak GM Ardhita bahkan memberikan arahan kepada kami untuk kemana langkah kami selanjutnya dalam masalah perijinan yang sudah kami bina sejak puluhan tahun dengan pihak bandara," pungkas Sudiana.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun