Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Di PDIP, Jokowi Dinilai Tak Ada Wibawa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak punya kewibawaan di internal PDI-Perjuangan. Sebab, Jokowi tidak pernah memberikan kontribusinya dalam setiap pengurusan partai.
"Pak Jokowi belum pernah jadi pengurus PDIP. Maka konsekuensinnya jelas bahwa, pengaruh kewibawaan Pak Jokowi di internal juga jauh dibawah Mega dan elit PDIP lainnya," kata Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pandu Yuhsina, Minggu (28/9/2014).
Menurutnya, Jokowi tidak akan bisa mengendalikan PDIP, bahkan sangat dimungkinkan bakal dikendalikan oleh partai yang telah membawa dirinya menjadi orang nomor satu di Indonesia.
"Konsekuensinya tentu, dia (Jokowi) tidak begitu punya kekuatan signifikan untuk kendalikan partainya. Dia harus hadapi desakan-desakan partainya sendiri," ujarnya.
Pada akhirnya, lanjut dia, Jokowi akan memberikan porsi menteri lebih banyak kepada PDIP. Sebab, mau tidak mau, suka atau tak suka, dorongan itulah yang dilakukan internal partainya.
"Mau tidak mau, partai akan dorong itu. Kalau nggak dorong, itu namanya bukan agenda politik, tapi agenda kerja bakti.
Tak hanya itu, Pandu menambahkan, partai-partai yang mengusung Jokowi juga melakukan hal yang sama. Seperti PKB, Hanura, PKPI, NasDem dan PDI-P.
"Meskipun diawal ngakunya koalisi tanpa syarat. Apa mungkin begitu ? Jadi gimana sikap Jokowi. Lihat posisi jokowi gimana nanti kabinetnya," tambahnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan