Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Roberta Gamba Akan Serahkan Seluruh Koleksi Pratima Ke APBD
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Roberta Gamba, seorang warga negara Italia yang selama ini dikenal mafia Pratima akhirnya berjanji akan menyerahkan seluruh koleksi Pratima dan barang seni lainnya kepada Aliansi Pelindung Budaya Daerah (APBD) Bali.
Hal itu disampaikan pengacara Roberto Gamba, Yacob Antolis yang didampingi rekan dekat Roberto Gamba yakni Made Sumarta berdasarkan surat pernyataan Roberto Gamba yang diserahkannya kepada pimpinan dan anggota APBD Bali di Tukad Citarum Denpasar, Rabu 1 Oktober 2014.
Menurut Yacob, Roberto Gamba tidak percaya dengan pemerintah ataupun aparat karena banyak barang seni milik Gamba yang dititipkan diinstansi pemerintah, namunjustru banyak yang hilang dan ditukar.
"Roberto Gamba ada keraguan kepada pihak pemerintah maupun aparat. Seperti dititipkan di Rubasan, banyak Pratima tertukar dan hilang," kata Yacob seperti yang diucapkan Roberto Gamba kepadanya.
Terkait mekanisme dan teknis penyerahan seluruh Pratima yang dimiliki Roberto Gamba, Yacob mengaku menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada pihak APBD.
"Kita sudah berjanji mengundang beliau (Mr Gamba) namun kini dia sedang di Singapore karena ada urusan. Dalam surat peryataan yang dibuat Gamba, semuanya akan diserahkan asal jangan orang per orang," jelasnya.
Koordinator dan penggagas APBD Bali, Ketut Resmiyasa menyambut gembira niat baik Roberto Gamba yang mau menyerahkan seluruh Pratima dan benda sakral lainnya kepada lembaga yang dipimpinnya.
"Kita masih bergerak on the track dan dijalur yang benar. Kita hanya menampung Pratima itu, nanti mau diserahkan lagi itu kita bahas lebih lanjut," ungkapnya.
Resmiyasa yang didampingi Ngurah Harta selaku pendiri APBD Bali berharap kedepannya tidak ada pencurian lagi benda-benda sakral sehingga mencoreng serta melemahkan taksu magis Bali.
"Keinginan aliansi ini agar Pratima ditaruh dan dipajang di Museum Bali dengan baik, sehingga bisa menjadi sebuah peristiwa sejarah, pendidikan bagi generasi muda berikutnya," harapnya.
Ditanya kapan realisasi penyerahan ratusan benda sakral dan seni bersejarah itu, Resmiyasa mengaku dalam waktu dekat dan secepatnnya, pihaknya bersama tim Roberto Gamba akan mendatangi Polda Bali untuk menyelesaikan hal ini.
"Realisasi penyeharan Pratima berupa benda-benda cagar budaya dan sakral bersejarah itu tergantung kecepatan tim verifikasi bekerja nanti," tegasnya.
Terkait kecurigaan sejumlah pihak bahwa Pratima yang akan diserahkan Roberto Gamba akan disalahgunakan seseorang untuk dibisniskan kembali, Resmiyasa menepis keras hal itu dan mengaku tunduk kepada UU 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya.
"Jika negara tidak bisa memenuhi kewajiban, iya kita bangunkan museum. Tapi siapa yang mau. Keinginan kita tetap ditaruh dimuseum UPT Bali," tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun