Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sudirta-Sumiati Beber Visi Harmonis-Sejahtera untuk Karangasem
Jumat, 31 Juli 2015,
12:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Karangasem. Selain maju dan berdikari, dua butir visi Sudirta-Sumiati untuk Karangasem yang telah diserahkan dalam pendaftaran ke KPU adalah ''Harmonis dan Sejahtera.'' Dengan visi seperti ini, secara tidak langsung kandidat bupati-wakil bupati dari PDIP ini menyandang kewajiban untuk menjaga Kawasan Suci Pura sesuai bhisama-bhisama PHDI khususnya tentang Kawasan Suci. Sebab, di Karangasem berdiri Sad Kahyangan Pura Besakih dan Pura Andakasa serta Dang Kahyangan Pura Lempuyang dan Pura Silayukti.
Harmonis yang dimaksud adalah yang sejalan konsep Tri Hita Karana. Yakni, keseimbangan antara bakti terhadap Ida Hyang Widhi Wasa (Parahyangan), hubungan diantara sesama manusia (Pawongan), serta hubungan dengan alam lingkungan (Pawongan). Sementara sejahtera yang dimaksud, selain yang bersifat ekonomi dan jasmaniah, dia berisi kebahagiaan rohaniah di dalamnya. Pemimpin Karangasem harus mampu membuat rakyatnya sejahtera secara material, tetapi tetap religius dan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebab, kalau rakyatnya tidak religius dan tidak lagi bakti, siapa yang merawat dan menjaga Sad Kahyangan dan Dang Kahyangan yang diwariskan oleh para leluhur itu?
''Kami mencantumkan konsep ini, karena Sad Kahyangan dan Dang Kahyangan yang ada di Karangasem ini mesti ditata sesuai dengan Bhisama PHDI agar kesucian kawasannya terjaga. Umat Hindu yang bakti kepada Ida Hyang Widhi mesti tetap difasilitasi agar mereka meneruskan baktinya dengan menjaga kesucian kawasan dan kesucian pura. Dengan konsep inilah leluhur kita mengembangkan dan menjaga budaya Bali. Dan karena pariwisata yang bernafaskan budaya inilah masyarakat Bali membangun pariwisata berbasis budaya dan bisa hidup makmur. Untuk pengembangan ke depan, kita mesti mengundang investor yang selaras dengan konsep Tri Hita Karana, agar dalam kemakmuran itu bakti masyarakat kepada Sang Hyang Widhi tidak luntur,'' kata Wayan Sudirta dan Made Sumiati, tentang visi dan misinya sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Karangasem.
Karenanya, imbuh mereka, Karangasem mesti siap bekerjasama dengan investor, sepanjang selaras dengan visi dan konsep pembangunan yang melestarikan lingkungan, sejalan dengan Tri Hita Karana dan Bhisama-bhisama tentang kesucian kawasan.
''Cukup banyak investor yang visioner, menanamkan modalnya untuk keuntungan. Bukan hanya keuntungan jangka pendek, tetapi juga keuntungan jangka panjang yang didalamnya ada nilai rohaniah. Investor seperti ini percaya, bahwa ekonomi yang mengeksploitasi lingkungan, sangat merugikan secara rohaniah, selain merusak lingkungan,'' imbuh Sudirta.
Satu contoh kongkretnya, kandidat PDIP ini menyatakan galian C tidak bisa diabaikan. Sebab, potensi tambang ini cukup besar kontribusinya terhadap PAD. Selain itu, jasa kontruksi dan pembangunan di Bali membutuhkan material tambang ini.
''Yang penting adalah, menata dan mengupayakan galian C agar selaras dengan kelestarian lingkungan hidup. Walau tidak mungkin seperawan kawasan konservasi, namun agar dampaknya bisa dikendalikan, galian harus diimbangi rehabilitasi guna mencegah potensi bencana,'' imbuh Wayan Sudirta.
Sudirta dan Sumiati juga yakin, membangun ekonomi dalam kerangka Tri Hita Karana, akan menghasilkan kesejahteraan sejati. Dalam setiap pendapatan per kapita yang meningkat, hasilnya tidak hanya perbaikan ekonomi, tetapi kebahagian rohaniah.
''Kami yakin sekali, rakyat Karangasem tidak bisa bahagia walaupun pendapatan per kapitanya meningkat, PAD-nya meningkat pesat, tetapi kawasan suci tercemar, dan tidak nyaman melaksanakan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi,'' kata Sudirta lagi.
Mampukah Sudirta-Sumiati memikul tanggung jawab yang besar itu? ''Kami yakin tidak sendiri. Ada lembaga lain seperti PHDI dan para Sulinggih yang sangat konsisten menjaga Bhisama. Ada partai PDIP yang secara ideologis menghargai kebhinnekaan. Termasuk figur Ibu Megawati Soekarnoputri yang sangat mencintai budaya Bali termasuk tempat-tempat sucinya,'' kata Sudirta dan Sumiati.[bbn/rls]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026