Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Hasilkan Listrik 2 MW, PLTM Sambangan Beroprasi Juli 2016
Senin, 22 Februari 2016,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan bangunan diprediksi akan mulai beroperasi pada Juli 2016. Pihak PLTM pun mengaku akan menghasilkan kebutuhan tenaga listrik sebesar 2 Mega Watt (MW) yang mampu memenuhi kebutuhan listrik dua ribu Kepala Keluarga.
Hal tersebut disampaikan Project Manager PLTM, Ir. Endang Supriadi, yang menyebut telah memulai proses tahapan perijinan sejak tahun 2012 silam. Ijin yang telah dikantongi tersebut datang dari pihak Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang kala itu dinahkodai Menteri Jro Wacik.
“Kami memanfaatkan arus air dan tidak bergantung pada bahan bakar fosil yang saat ini sudah semakin langka. Selain itu, energi untuk menghasilkan listrik lebih ramah lingkungan karena kami pun turut menjaga kondisi alam diatas lokasi turbin untuk kebutuhan air yang nantinya menjadi penggeraknya,” kata Endang.
Menurut Endang, dengan memanfaatkan arus air sungai yang mengalir deras dari ketinggian ke dataran yang lebih rendah, akan menimbulkan energi yang nantinya disimpan lalu dijual kepada pihak PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero).
Untuk menjaga stabilitas kekuatan arus air yang nantinya menggerakan turbin untuk menghasilkan energi listrik, pihaknya juga turun memasang sebuah pipa besar sepanjang 500 meter di sungai. Sehingga, dengan mempertahankan kekuatan arus yang stabil, maka akan menghasilkan energi yang nantinya ditampung di sebuah alat dalam bangunan yang diberi nama Power House.
“Nantinya, air tersebut akan kembali ke sungai lagi setelah masuk dalam sodetan yang kami buat bagian atas. Sehingga, tidak ada bentuk pengolahan apapun selain memanfaatkan arus yang masuk ke sodetan. Itu pun tidak mengambil seluruh air yang mengalir ke bawah sebab ada sebagian lagi yang masih mengalir ke sungai,” papar Endang seperti dilansir dari suaradewata.com.
Sebelum melakukan pembangunan di Bali, lanjut Endang, pihaknya juga telah melakukan pembangunan sumber energi terbarukan tersebut di kawasan Pulau Sumatera. Dimana, bukan sekedar tidak membutuhkan bahan bakar fosil akan tetapi turut menjaga lingkungan dari pencemaran yang disebabkan oleh bahan bakar fosil tersebut.
“Kami bahkan menjaga kawasan bagian atas sodetan yang merupakan daerah penampung air serta membangun kolam besar pada bagian atas sodetan sungai untuk menjaga debit air,” papar Endang.
Sehingga, dipastikan tidak akan terjadi kekurangan debit air sungai bahkan melakukan upaya agar sungai tidak menjadi kering.
Yang jelas, lanjutnya, penggunaan sumber energi terbarukan tersebut bukan sebatas ramah lingkungan, melainkan turut menjaga sumber daya alam yang ada di ats kawasan bendungan. Sehingga, seluruh upaya untuk menghindari pencemaran lingkungan akan diupayakan untuk kelangsungan energi terbarukan.
Menurut Endang, PLTM hanya memanfaatkan lahan yang total luasnya sejumlah 57, 7 are dengan batas waktu yang diperkirakan bertahan selama 20 tahun.
Bahkan, lanjutnya, Bali sangat memungkinkan untuk keberadaan pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan dapat menghindari pencemaran. Endang pun mengaku baru mengembangkan energi tersebut untuk satu titik saja yakni yang sekarang berada di perbatasan antara Desa Sambangan dengan Desa Panji.
“Saya sudah survey sejumlah lokasi di Bali dan sangat memungkinkan untuk dibangun pembangkit listrik dengan energi terbarukan. Hanya menggunakan arus sungai sebagai tenaga penggerak turbin dan tidak menggunakan bahan bakar fosil. Sehingga, penghematan terhadap penggunaan bahan bakar fosil yang mulai langka serta turut menjaga lingkungan,” ujar Endang.
Dikonfirmasi terkait dengan kaitan keberadaan PLTM dengan pelestarian alam, Endang menyebut kebutuhan akan air tentu menjadi faktor utama dan sangat mendasar dari PLTM. Sehingga, upaya pelestarian lingkungan khususnya sumber-sumber mata air yang ada di kawasan hutan serta perbukitan tentu menjadi suatu kebutuhan utama untuk bisa mengoprasikan pembangkit tersebut.
Selain itu, ada keuntungan lain yang nantinya dihasilkan dari keberadaan PLTM tersebut. Karena disamping menghasilkan energi listrik untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, juga bisa dijadikan sebagai salah satu objek wisata alam.
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026