Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Atasi Over Kapasitas, Kota Denpasar Jadi “Pilot Project†Koalisi Kependudukan
Tim Koalisi Kependudukan Kota Denpasar temui Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar, Selasa (17/5/2016)
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Denpasar- Denpasar dijadikan sebagai Pilot Project Koalisi Kependudukan oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Hal tersebut merupakan langkah serta program yang sangat strategis, karena bagaimana pun juga masalah penduduk ini merupakan subjek sekaligus objek pembangunan.
Akan tetapi kalau tidak bisa dikendalikan juga akan memperlambat pembangunan itu sendiri hal tersebut dikatakan Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra usai menerima audiensi dari BKKBN Provinsi Bali, Selasa (17/5/2016) di ruang kerjanya, Denpasar.
Dia mengatakan pihaknya sangat mendukung Koalisi Kependudukan ini serta mengharapkan adanya sinergi dengan para stakeholder yang ada untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan yang ada serta dapat menekan masalah-masalah sosial lainnya yang terjadi di Kota Denpasar.
“Dengan IPM saat ini 81,65 diharapkan kualitas hidup manusia itu pun harus tinggi kedepannya dan tingkat kepadatan penduduk bisa lebih terjaga sehingga tidak terjadi over capasity atau daya tampungnya melebihi kapasitas yang ada,”papanya.
Sementara Nyoman Suartha dari Koalisi Kependudukan Kota Denpasar, mengatakan, koalisi ini dibentuk sebagai wahana untuk menampung aspirasi yang peduli terhadap masalah kependudukan dan pembangunan yang selanjutnya melakukan komunikasi, informasi dan edukasi serta advokasi kepada para penyusun kebijakan, penanggung jawab dan masyarakat umum guna meningkatkan kualitas penduduk.
Pihaknya sangat menyambut gembira, dimana diketahui bersama bahwa masalah kependudukan di Kota Denpasar ini sangat kompleks. Baik itu dilihat dari cerminan demografi, kelahiran, kematian, maupun migrasinya semua dapat ditunjukan melaui sosial increase di Denpasar yang semakin meningkat.
“Dengan adanya koalisi ini, maka kami ingin melaksanakan mapping baik itu tentang kependudukan maupun persoalan yang dihadapi di Kota Denpasar, dan ini suatu hal yang musti ditangani. Maka untuk itu kami perlu bersinergi dengan semua pihak sehingga bisa mengatasi permasalahan kependudukan di Kota Denpasar,”kata Suartha.
Kedepannya ia berharap dengan tinggkat kepadatan di Denpasar yang cukup tinggi, pihaknya pertama akan menyasar para anak muda dan bersinergi dengan para orang tua, kemudian akan bersinergi juga dengan lembaga-lembaga adat maupun banjar-banjar yang ada di Kota Denpasar.
“Karena terobosan yang paling penting itu di Denpasar adalah ada di Banjar-banjar dan pehak banjarlah yang mengetahui persis tentang semua itu,” jelasnya.
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan