Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pastika Minta Polda Bali Usut Kasus Penebasan Bercadar
Minggu, 5 Juni 2016,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Bentrok organisasi masyarakat yang akhir-akhir ini kembali terjadi direspon serius Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam orasinya Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Minggu (5/6/2016).
Pastika mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Bali dan Polres Gianyar untuk mengusut hingga tuntas kasus bentrok antar ormas. Dia juga mengajak masyarakat Bali untuk tetap tenang karena dikhawatirkan ada pihak ketiga yang ingin mengadu domba lagi mengingat pelaku penusukan yang konon bercadar itu masih belum jelas siapa.
Dia mengatakan, membubarkan ormas sesuai dengan tuntutan sebagian masyarakat bisa saja dilakukan, meskipun sesuai disampaikan UU harus dilakukan melalui proses di Mahkamah Konstitusi (MK), namun ia yakin permasalahan dipastikan tidak selesai sampai disana saja.
“Mereka dibubarkan besok tinggal bikin nama baru lagi, bikin onar lagi ya masalah ngga selesai-selesai,”ujarnya.
Menurutnya akar permasalahan selama ini harus dicari. Pastika juga berasumsi salah satu penyebabnya adalah tidak semua warga Bali memiliki pekerjaan yang layak dan hal ini tentunya itu sudah menjadi tugas pemerintah dalam menyediakan.
“Kita harus berkaca dari kasus di Lampung, keaadaan ekonomi para pendatang lebih baik dari warga lokal karena semangat mereka lebih tinggi. Sementara warga lokal hanya jadi tukang parkir, satpam dan pekerjaan kasar yang lain. Saya tidak ingin di Bali juga sama, maka saya ingin agar warga Bali bisa mendapatkan pekerjaan layak sehingga perhatian bisa teralihkan,” bebernya.
Selain masalah pekerjaan layak, Pastika juga mengajak warga Bali untuk mulat sarira, apalagi masyarakat Bali terkenal dengan kesopanan dan hidup menyame brayanya. Selain itu Pastika juga menyarankan agar Desa Pekraman juga turut andil dalam memberikan efek jera.
“Bisa saja dilarang ikut desa pakraman atau kasepekan, warga Bali kan masih sangat tunduk dengan awig-awig,” imbuhnya. (der/bbn)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026