Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Pastika Minta Polda Bali Usut Kasus Penebasan Bercadar
Minggu, 5 Juni 2016,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Bentrok organisasi masyarakat yang akhir-akhir ini kembali terjadi direspon serius Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam orasinya Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Minggu (5/6/2016).
Pastika mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Bali dan Polres Gianyar untuk mengusut hingga tuntas kasus bentrok antar ormas. Dia juga mengajak masyarakat Bali untuk tetap tenang karena dikhawatirkan ada pihak ketiga yang ingin mengadu domba lagi mengingat pelaku penusukan yang konon bercadar itu masih belum jelas siapa.
Dia mengatakan, membubarkan ormas sesuai dengan tuntutan sebagian masyarakat bisa saja dilakukan, meskipun sesuai disampaikan UU harus dilakukan melalui proses di Mahkamah Konstitusi (MK), namun ia yakin permasalahan dipastikan tidak selesai sampai disana saja.
“Mereka dibubarkan besok tinggal bikin nama baru lagi, bikin onar lagi ya masalah ngga selesai-selesai,”ujarnya.
Menurutnya akar permasalahan selama ini harus dicari. Pastika juga berasumsi salah satu penyebabnya adalah tidak semua warga Bali memiliki pekerjaan yang layak dan hal ini tentunya itu sudah menjadi tugas pemerintah dalam menyediakan.
“Kita harus berkaca dari kasus di Lampung, keaadaan ekonomi para pendatang lebih baik dari warga lokal karena semangat mereka lebih tinggi. Sementara warga lokal hanya jadi tukang parkir, satpam dan pekerjaan kasar yang lain. Saya tidak ingin di Bali juga sama, maka saya ingin agar warga Bali bisa mendapatkan pekerjaan layak sehingga perhatian bisa teralihkan,” bebernya.
Selain masalah pekerjaan layak, Pastika juga mengajak warga Bali untuk mulat sarira, apalagi masyarakat Bali terkenal dengan kesopanan dan hidup menyame brayanya. Selain itu Pastika juga menyarankan agar Desa Pekraman juga turut andil dalam memberikan efek jera.
“Bisa saja dilarang ikut desa pakraman atau kasepekan, warga Bali kan masih sangat tunduk dengan awig-awig,” imbuhnya. (der/bbn)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1978 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026