Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Megawati Minta Anggaran Riset Ditingkatkan
Jaga Kekayaan Alam Indonesia
Minggu, 7 Agustus 2016,
20:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri menilai anggaran yang dikelola pemerintah untuk kepentingan riset dan pengembangan kebun raya masih minim. Karena itulah, dia berharap kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar ke depannya memberikan perhatian terhadap kondisi kebun raya dan riset atas pepohonan serta tumbuhan yang sejauh ini masih kurang mendapatkan perhatian serius dan prioritas dalam politik anggaran.
Dan kepada Menteri Riset dan Tekonologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) M Nashir agar memperjuangkan peningkatan anggaran untuk melakukan riset, khususnya terhadap tumbuhan endemie yang menjadi kekayaan alam Indonesia.
"Dalam APBN kita untuk research itu perjuangan luar biasa, sampai sekarang belum pernah sampai 1 persen dari pengelolaan APBN. Saya sangat berharap, bilang pada Menristek atau pemerintahan yang ada, paling tidak kalau bisa dapat 2,5%. Makanya tolong media bantu," kata Megawati Soekarnoputri saat mendampingi 24 Duta Besar (Dubes) Negara sahabat saat berkunjung ke Istana Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (7/8/2016).
Kunjungan Megawati adalah dalam rangka program Tour of Eka Karya Botanical yang diselenggarakan YKRI. Sehari sebelumnya, Megawati dan para dubes melakukan penanaman pohon di Kebun Raya Bedugul untuk mengenalkan kekayaan alam Indonesia sekaligus mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan dengan menanam pohon.
Para Dubes yang ikut ambil bagian dalam acara tersebut antara lain dari Rusia, Turki, Vietnam, Filipina, Serbia, Peru, Zimbawe, singapura, dan Srilannka.Kalau anggaran untuk riset tidak mendukung, kata Megawati, dikhawatirkan ke depannya semakin banyak tanaman dan pepohonan asli Indonesia yang dipatenkan oleh Negara lain yang sudah melakukan riset atas manfaatnya.
"Katakan seperti kunyit. Kunyit diam-diam diambil oleh luar karena sangat bermanfaat skali. Hal-hal seperti itu (riset atas pemanfaatan tumbuhan milik Indonesia) perlu dilestsrikan. Jangan sampai kita cari sesuatu bukan ada di Indonesia, tapi sudah di luar," ungkap Ketua Umum PDIP ini.
Sementara terkait dengan perkembangan kebun raya, Megawati mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada perkembangan yang menggembirakan. Mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) yang dia terbitkan pada tahun 2003 lalu hingga saat ini sudah ada sekitar 30 kebun raya dari yang awalnya hanya tujuh. Termasuk juga anomi pemerintah daerah dimana beberapa daerah sekarang ini sudah membangun kebun raya dan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat.
"Saya berharap itu diapresiasi dalam rangka otonomi daerah. Karena yang sangat dikhawatirkan adalah arus deras dari luar yang ingin mengambil tanaman kita itu betul-betul ada. Endemik, itu tanaman lokal kita diambil seperti tanaman obat, sayuran, bunga-bungaan. Saya juga gerakkan agar apa yang menjadi milik Indonesia pemerintah mau mematenkan," beber Presiden ke-5 Indonesia ini. [bbn/idc/psk]
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026