Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dililit Hutang, Artana Gantung Diri di Pohon Nangka
BERITABALI.COM, TABANAN.
Diduga punya banyak hutang dan kemudian depresi, membuat I Ketut Artana (44) warga banjar Ampadan, Desa Tiyinggading, Kecamatan Selemdeg Barat, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gatung diri, Kamis (1/9).
Tubuh korban pertama kali ditemukan dalam posisi menggantung di pohon nangka setinggi sekitar 190 cm, dengan tali pengikat jenis tali plastik warna biru berukuran sekitar 150 cm di kebun I Made Suarni, utara rumah korban. Saksi Ni Ketut Rasnin (72) yang pertama kali melihat tubuh korban dalam posisi menggantung sekitar pukul 12.30.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sebelum ditemukan gantung diri korban pamitan kepada istrinya Ni Made Ariasih (35).
Sekitar pukul 06.00 Wita korban kemudian pergi ke kebun. Beberapa jam kemudian tetangga korban Ni Ketut Rasnin (72) pergi ke kebun untuk sembahyang. Kebetulan kebun korban dan Rasnin bersebelahan.
Sekitar pukul 11.30 saksi Rasnin berminat untuk mencari korban hendak minta daun enau. Saksi Rasnin kemudian melihat tubuh korban dalam posisi setengah berdiri bersandar di sebuah pohon.
Saksi Rasnin mencoba memanggil korban, namun tidak ada jawaban dari korban. Karena takut, saksi Rasnin kemudian pulang mencari istri korban. Mendapat informasi seperti itu, istri korban bersama keluarganya kemudian ke kebun yang berjarak sekitar 800 meter dari rumah korban.
Sampai di Tempat Kejadian Perkara, istri korban sudah melihat tubuh korban dalam posisi menggantung di pohon nangka setinggi 190 cm. Korban menjerat lehernya dengan tali plastik warna biru berukuran skitar 150 cm. Akhirnya pihak keluarga menghubungi Polsek Selemadeg Barat. Tak berselang lama anggota Polsek Selebar turun ke TKP bersama tim medis Puskesmas Selemadeg Barat.
Dari hasil visum luar perawat Puskesmas Selemadeg Barat Putu Novia Putri Arsani, disimpulkan korban meninggal murni karena bunuh diri. Terdapat memar bekas jeratan tali berwarna merah pada leher korban. Ditemukan feses pada dubur korban. Keluar air seni. Pupil medriasis total. Nihil ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban.
Kapolsek Selemadeg Barat AKP Putu Bayu Parwata membenarkan kasus bunuh diri tersebut. Menurut informasi yang didapatkan dari istri korban, penyebab nekatnya korban gantung diri karena korban depresi punya hutang. “Kematian korban murni karena gantung diri,” pungkasnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5903 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan