Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Kasus Dimas Kanjeng, Pastika : Masyarakat Kita Sedang Tersesat
Sabtu, 8 Oktober 2016,
06:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menilai para korban kasus penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sebagai orang-orang yang sedang "tersesat".
"Kalau urusannya mau menambah kekayaan seperti itu (menggandakan uang), itu membuktikan masyarakat kita sedang tersesat," kata Pastika usai melantik pejabat struktural eselon II Pemprov Bali, di Denpasar, Jumat (7/10/2016).
Menurut Pastika, secara garis besar ada tiga tipe manusia dalam menjalankan kehidupannya yakni yang hidup nyasar, hidup bayar, dan hidup sadar.
"Ini korban penggandaan uang untuk orang-orang yang nyasar sebenarnya, dia tidak tahu dirinya siapa, mau kemana, cita-citanya apa, nggak ngerti sehingga berada dalam kegelapan dan tersesat," ungkapnya.
Mantan Kapolda Bali itu menilai jika orang yang hidupnya "sadar" tentu tahu benar bahwa menggandakan uang itu jelas-jelas bisa terkena hukum pidana dan bagaimana mungkin orang begitu saja bisa membuat uang.
"Ini untuk orang-orang yang menurut saya agak tersesat, mudah-mudahan bisa kembali ke jalan yang benar," seloroh Pastika, dilansir baliberkarya.
Dia tidak memungkiri, menjadi kebebasan setiap orang untuk menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang memiliki padepokan di Probolinggo, Jawa Timur tersebut, entah itu profesinya sebagai PNS, TNI, Polri ataupun masyarakat umum.
"Tetapi harus tanggung jawab. Kalau Polri misalnya, dia tahu ini pidana, harus ditindak justru, bukan malah ikut di situ," kata Pastika.
Pengaruh Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang juga menjadi tersangka atas pembunuhan dua pengikutnya itu juga telah merambah ke Bali. Kepolisian Resor Tabanan, Bali, sebelumnya telah menutup cabang Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang berada di daerah Pupuan, Tabanan.
Sejumlah warga di Kabupaten Jembrana dan Kota Denpasar sempat menyampaikan informasi bahwa turut menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.[bbn/bbk/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026