Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Ilmuwan Temukan Planet Bumi Super Baru GJ 536 b
Rabu, 7 Desember 2016,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com - Madrid. Peneliti dari Instituto de Astrofisica de Canarias (IAC) dan University of La Laguna (ULL), keduanya di Spanyol, baru-baru ini menemukan planet tipe bumi super, GJ 536 b tak jauh dari Bumi yang massanya sekitar 5,4 kali massa Bumi.
Planet luar tata surya yang mengorbit bintang GJ 536 ini tidak berada di zona layak huni, tetapi periode orbit pendek yang hanya 8,7 hari, menjadikan planet ini kandidat penelitian menarik untuk diteliti komposisi atmosfernya.
BACA JUGA:
Selama penelitian, ilmuwan juga menemukan siklus aktivitas magnetik yang mirip dengan Matahari, tetapi dalam periode yang lebih singkat, hanya tiga tahun.
"Sejauh ini, satu-satunya planet di sekitar bintang tersebut hanya GJ 536 b, tetapi kami terus mengawasi bintang untuk menemukan planet lainnya," ujar Alejandro Suarez Mascareno, penulis utama studi seperti dilansir National Geographic.
Ia menjelaskan bahwa planet-planet bebatuan biasanya ditemukan berkelompok, terutama di sekitar bintang sejenis GJ 536.
"Kami sangat yakin akan menemukan planet bumi super lain pada orbit jauh bintang, dengan periode dari 100 hari hingga beberpa tahun. Kami menyiapkan program pengawasan untuk peristiwa transit planet luar tata surya baru ini, untuk menentukan diameter dan kepadatannya," ujar Mascareno.
BACA JUGA:
Planet ini mengorbit bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari, tetapi lokasinya cukup dekat dan terang. Planet ini juga dapat diamati dari belahan utara dan selatan, sehingga sangat menarik untuk mendeteksi kemungkinan adanya planet berbatu lain di zona habitasi bintang.
Planet GJ 536 b terdeteksi berkat upaya gabungan antara IAC dan Geneva Observatory, dengan menggunakan spektograf High Accuracy Radial velocity Planet Seeker (HARPS) pada teleskop ESO di La Silla, Cili dan HARPS North pada Telescopio Nacional Galileo (TNG) di Roque de los Muchachos Observatory, Garafia, La Palma. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1982 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026