Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Bawa Ganja Gorilla, Mahasiswa Ditangkap di Terminal Keberangkatan Bandara
Senin, 23 Januari 2017,
21:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Seorang mahasiswa asal Kebayoran Jakarta Selatan, berinisial AAD (23) kedapatan membawa ganja gorilla yang dilinting dengan batangan rokok seberat 0,29 gram. Tersangka AAD ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, di Terminal Keberangkatan Bandara International Ngurah Rai Kuta, pada Jumat (13/1) lalu.
Menurut Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa, tersangka AAD ditangkap tim Interdiksi BNNP Bali bekerjasama dengan pihak Security Bandara Ngurah Rai, pada Jumat (13/1) siang. Saat Tim gabungan melakukan swepping di Terminal Keberangkatan Bandara, tersangka AAD melewati metal detector dan alarm seketika berbunyi.
Petugas langsung memeriksa saku tersangka dan menemukan lintingan rokok bercampur tembakau seberat 0,29 gram. “Ternyata lintingan tembakau dikemas dalam alumunium foil warna hitam tersebut ternyata postif AB-Fubinaca yang dikenal dengan ganja gorilla,” jelas Brigjen Suastawa, Senin (23/1).Setelah digiring ke kantor BNNP Bali, tersangka AAD yang merupakan mahasiswa ini mengakui ganja gorilla tersebut diperoleh dari temannya di Seminyak Kuta dan diberikan secara cuma-cuma.
“Pengakuan baru sekali mengkomsumsi ganja gorilla, jelas mantan Karorena Polda Bali ini.Menurut Brigjen Suastawa, tembakau ganja gorilla ini masuk dalam klasifikasi New Psychoactive Substances dengan nama AB-Chminaca. Zat AB-Chminaca ini merupakan salah satu jenis Synthetic Cannabinoid (SC). Ganja jenis baru ini dulunya belum masuk daftar lampiran UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).
“Namun sekarang sudah masuk Permenkes nomor 2 Tahun 2017 tertanggal 9 Januari 2017. Dampaknya lebih hebat dari ganja lainnya,” ungkapnya.Serbuk SC ini umumnya disemprotkan pada sampel herbal atau bahan lain kemudian dikeringkan dan dikemas menjadi kemasan herbal ataupun rokok. Penggunaan zat ini akan membuat pemakainya diam sesaat tak bergerak, seperti kaku. Namun jika berlanjut akan membuat pemakainya mengalami halusinasi dan tremor atau gemetaran.
Kebanyakan yang mengkomsumsi SC akan diabsorbsi oleh paru paru dan kemudian disebarkan ke organ lain terutama otak. Efek dari penggunaan ini pemakaianya akan terlihat seperti orang “bloon” tapi dalam dirinya terbayang menjadi superman dan lain sebagainya. Efek samping lainnya, pengguna SC ini akan mengalami gangguan psikiatri seperti psikosis, agitasi, agresi, cemas, ide bunuh diri, gejala putus asa, bahkan sidrom ketergantungan.
Banyak pemakai yang tidak menyadari bahwa tembakau gorilla ini sangat toksik jika dikonsumsi. Pemakainya akan mengalami kerusakan ginjal dan paru-paru yang parah.
“Ganja gorilla dijual bebas seharga Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu rupiah,” jelasnya.
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2399 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026