Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
TNI AU Sweeping Sopir Angkutan Online di Bandara, PTOB Protes
Selasa, 24 Januari 2017,
06:32 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sejumlah sopir angkutan online di kawasan Bandara Ngurah Rai, Badung disweeping oleh petugas TNI Angkatan Udara (AU). Hal ini membuat Ketua Paguyuban Transport Online Bali (PTOB), Wayan Suata berang.
Ia bersama anggotanya akan melakukan perlawanan berupa protes dengan mengancam demo dalam waktu dekat ke pihak TNI AU.
Suata yang juga Ketua Asosiasi Sopir Pariwisata Freelance Bali (ASAPFB) itu menilai tidak berhak aparat TNI AU melakukan sweeping sopir angkutan online dengan menahan SIM dan STNK nya, lantaran menurutnya yang berhak melakukan itu adalah petugas kepolisian.
Dengan nada keras, Suata mempertanyakan apakah ada diatur undang-undang bahwa petugas TNI AU diperbolehkan menahan SIM dan STNK para sopir angkutan online.
"Saya dengar dari sopir online mereka di sweeping, SIM dan STNK mereka ditahan dan disuruh push up. Tapi yang menahan bukan aparat kepolisian, itu khan aneh. Jadi apa kewenangan petugas TNI AU, apa hak mereka untuk sweeping dan melarang angkutan online menjeput penumpang di bandara serta menahan STNK atau SIM nya," ucap Suata saat ditemui Senin (23/1/2017).
Ketua Biro Angkutan Sewa Organda Badung itu mengungkapkan jika petugas TNI AU itu melakukan sweeping saat para sopir-sopir online ketika sedang menjemput konsumennya di Bandara Ngurah Rai.
Yang sangat menyedihkan, kata Suata, petugas TNI AU yang berjaga di seputaran Bandara Ngurah Rai saat melakukan sweeping malah menyuruh sopir angkutan online untuk 'push up' didepan orang banyak setelah sebelumnya mereka menahan SIM dan STNK para sopir angkutan online.
Untuk itu, lanjut Suata, karena pihak TNI AU yang melakukan sweeping sopir angkutan online maka pihaknya akan segera melakukan demo dikantor TNI Angkatan Udara.
"Apakah SOP dari anggota TNI AU itu seperti itu?. Tidak manusiawi sekali anggota kami (sopir online) yang menjemput tamu tapi SIM dan STNK nya ditahan oleh aparat TNI AU. Adakah SOP seperti itu dari atasannya yang mengarah kebawahannya. Ini khan sangat disayangkan jaman sekarang kok berbuat seenaknya membuat perasaan tidak enak dan tidak nyaman didepan orang banyak di suruh 'push up'," ungkap Suata geram.
Suata mengaku adanya penangkapan sopir online di Bandara Ngurah Rai akibat pengelola Bandara Ngurah Rai bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara (AU) yang melarang angkutan online baik GrabCar, Uber, dan GoCar beroperasi di wilayah otoritas Angkasa Pura yakni Bandara Ngurah Rai.
Baginya, sebagai pintu gerbang wisatawan pihak Bandara Ngurah Rai sangat diskriminatif dan monopoli sekali. Suata menilai, Bandara Ngurah Rai adalah area publik jadi siapapun sopir boleh menjemput wisatawan apalagi sudah diboking sebelumnya.
"Kami sangat sayangkan seolah-olah pelayanan di Bandara Ngurah Rai itu diskriminatif dan sangat monopoli sekali. Nah kalau sekarang sopir online tidak boleh menjemput wisatawan yang mengorder lewat online, bagaimana travel-travel yang juga menjemput di bandara," ketusnya
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3324 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026