Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 31 Juli 2026
Isu One Island Management di Simakrama Gubernur Bali
Minggu, 12 Februari 2017,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Isu pariwisata menjadi fokus permasalahan yang dibahas pada acara Simakrama Gubernur Bali Made Mangku Pastika dengan masyarakat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Sabtu (11/2). Mengambil tema Prospek Pariwisata Bali, sebanyak tujuh narasumber dihadirkan untuk menyampaikan pemikiran mereka terkait permasalahan pariwisata di Bali.
Dalam pembukaannya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan pembahasan tentang pariwisata Bali ini perlu dilakukan karena perlunya mewaspadai berkembangnya destinasi wisata di luar kita.
"Belum lagi kalau bicara di negara tetangga. Oleh karena itu kita wajib memahami prospek ke depan, bagaimana kondisi kita dan bagaimana kita akan berkembang," katanya.
[pilihan-redaksi]
Sebagai pembicara pertama, pelaku pariwisata Bagus Sudibya menyoroti soal perlunya Bali kembali melakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat). Ia mencontohkan salah satu kekuatan Bali adalah banyaknya kultur budaya yang bisa dijadikan sarana atraksi sesuai dengan selera wisatawan. Sementara kelemahannya justru dengan keragaman itu kita tak memiliki kejelasan cara mengembangkannya. Anggota penasihat ASITA Bali ini menambahkan peluang tentu saja besar dan luas hanya saja tetap harus mewaspadai kehadiran destinasi wisata baru.
"Kita tidak boleh berpuas diri, merasa di atas kompetitor, padahal sesungguhnya terjadi tight competition (red: kompetisi yang ketat)," katanya.
Kompetisi ini juga disoroti Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang melihat destinasi wisata baru di luar Bali sudah melakukan perbaikan terhadap kekurangan mereka.
"Andaikan mereka terus bekerja dalam lima tahun jadi saingan," sebutnya.
Selain itu pria yang akrab dipanggil Cok Ace ini juga menyoroti beberapa fenomena pariwisata seperti pemberlakuan MEA, sumber daya alam yang berkurang, ketergantungan terhadap Cina, lama tinggal, ketimpangan antar wilayah, kultur transportasi, dan zonasi yang menurutnya kacau.
Selain itu berbicara sebagai narasumber Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Drs. I Made Sendra yang melihat persoalan pariwisata dari sisi akademis, Ketua Yayasan Tri Hita Karana IGN Wisnu Wardana, Ketua Yayasan Swastika Bali Ir. IB Giri Suprayatna, Ketua STP Nusa Dua Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed, dan Prof. Sukardika yang membahas soal retirement tourism.
Isu One Island Management di Bali kembali mengemuka di simakrama kali ini. Beberapa narasumber menyebut kondisi itu diperlukan untuk mewujudkan pariwisata Bali yang lebih baik.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyambut baik semua pemikiran narasumber yang muncul pada simakrama kali ini. Bahkan tingginya animo peserta simakrama membuat Pastika berniat membahas tema yang sama di pertemuan simakrama selanjutnya.
Simakrama kali ini juga dimanfaatkan Pastika untuk mengajak peserta mendoakan korban longsor yang baru-baru ini terjadi di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
"Semoga korban mendapat tempat yang baik sesuai karma dan darma baktinya dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan," harapnya. [rls/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3050 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2049 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1825 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026