Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Gemitir Anjlok, Pemuda Rantauan Ini Bantu Petani Lewat posting_bkan Instagram

Sabtu, 1 April 2017, 14:03 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Baru tadi, Sabtu (1/4) pagi membagikan posting_bkan bunga gemitir gratis, akun instagram atas nama @lotoxmiarta mengaku kebanjiran pelanggan.

Di akunnya itu, pria bernama asli Wayan Miarta (26) menggambarkan kondisi petani gemitir di desanya, yang berlokasi di Sulangai, Petang, Badung, Bali. Digambarkannya, akibat over suplly, petani gemitir di desanya merugi. Sebab, gemitir yang biasa dijual Rp 20.000 per kg anjlok menjadi Rp 3.000 per kg.

Akibat kondisi ini, tadi pagi Miarta pun menggunggah posting_bkan berisikan kampanye sosial membantu petani gemitir. posting_bkan tersebut berisikan pembagian gemitir gratis. Berikut posting_bkannya:

 

Nasib Petani Bunga Mitir Tak Seindah Photo2 Instagram! Dari 27 Maret lalu sepulang dri Jakarta utk rayakan Nyepi di Bali pikiran saya terganggu cerita ibu saya (baca : memen tyang) tentang kerugian petani gumitir karena over supply. Spekulasi petani kecil akan ada harga tinggi karena rentetan hari raya Nyepi, Galungan dan Kuningan kelihatannya GAGAL TOTAL! Entah karena mekanisme pasar (supply & demand) atau permainan pengepul saya kurang paham, yang saya tahu puluhan bahkan ratusan petani kecil merugi jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Naaah...dalam rangka mendapatkan tiket masuk surga, kami putra putri petani kecil yang tidak mengerti marketing akan membagikan 50 kg bunga gumitir GRATIS sekalian delivery ke Badung, Denpasar, Gianyar dan Tabanan jeg kal GRATISin tyang :) (kebutuhan galungan kurang lebih 1/2 kg/keluarga) pengiriman Minggu, Senin & Selasa (2,3 dan 4 April 2017) silahkan isi kolom komentar dgn nama, no telpon dan alamat atau whatsapp ke 08970218946 PS. klo 50 kg bunga keburu habis karena keduluan temen2 saya TENANG saya mintain ke petani lain, tapi tolong bantu DONASI seikhlasnya (pang wenten anggena meli bibit benjangan) #openordersis #gumitirmorepowerfullthanrose #panjakratu #sarengsami #infobali #durusang #gratis #pangsepalan #mailan #jani #dijagenbani #nyepi #galungan #kuningan #barokah

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lotox Miarta (@lotoxmiarta) pada


Menurut Miata, ketimbang gemitir tersebut rugi dan tak mendapat pembeli, lebih baik jika bermanfaat bagi sesama temannya untuk hari raya.

[pilihan-redaksi]
"Petani di desa saya memikirkan hari raya sudah dekat dan bunga pasti akan jadi kebutuhan. Maka beramai-ramailah petani menanam bunga gemitir," jelasnya ketika dihubungi Beritabali.com, Sabtu (1/4).

Tidak dibarengi pengetahuan mumpuni mengenai mekanisme pasar, petani pun merugi. Sebab, pasokan gemitir menjadi berlebih sementara permintaan tak sebanding. Alhasil, bunga dibeli dengan harga yang terbilang sangat murah, hanya 3.000 per kg dari harga biasanya kisaran 20.000/kg.

Jadilah, Miarta pagi tadi menggunggah gambar di instragram dengan keterangan foto bagi bunga gemitir gratis. Ia mengakui, awalnya Ia hanya ingin membantu petani di desanya.

"Dari pada bunga busuk dan tidak dipakai jadi lebih baik saya bagikan gratis," imbuhnya.

Namun, Miarta mendapat respon melebihi ekpektasi awalnya. Sebelumnya, Ia telah menyiapkan 50 kg gemitir gratis dengan biaya pembelian ke petani yang berasal dari kantongnya sendiri. Jumlah permintaan yang banyak ini pun akhirnya menjadikan Miarta mengubah sistem, yang dari awalnya sebagai penyalur gemitir, menjadi penghubung antara calon pembeli dengan petani.

"Harga bunga tidak dipatok, tergantung dari donasi yang diberikan pembeli," imbuhnya.

Miarta, yang juga berprofesi sebagai Marketing Manager di Jakarta ini mengungkap kegalauannya dengan fungsi sosial media yang terkadang beralih dan minim manfaat.

"Saya sendiri ingin memberi manfaat kepada orang-orang di rumah, apalagi pekerjaan saya berhubungan. Petani idak memiliki kemampuan pemasaran lewat sosial media," ungkapnya. [wrt]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami